Pasuruan (WartaBromo.com)- Keberadaan Kali Kedunglarangan yang acapkali meluap menjadi perhatian pemerintah. Apalagi, Bangil yang bertatus ibu kota Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu titik terdampak.
Sebuah skema kegiatan telah disiapkan pemerintah guna menanggulangi permasalahan itu. Yakni, dengan menormalisasi Sungai Kedunglarangan.
Untuk keperluan ini, anggaran super jumbo telah disiapkan pemerintah pusat yang bersumber dari APBN. Totalnya, mencapai Rp 568 miliar lebih.

Merujuk lampiran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2019, rencana tersebut bahkan telah dituangkan dalam lembar negara dengan nama program/proyek “Pengendalian banjir Kedunglarangan”.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo mengatakan, normalisasi Kedunglarangan memang menjadi salah satu prioritas untuk mengatasi banjir di wilayah sekitar.
Namun begitu, dirinya berharap fenomena banjir yang terjadi tidak hanya dianggap sebagai persoalan pendangkalan sungai semata. “Tetapi, juga akibat perilaku manusianya,” katanya.
Misalnya saja, kegiatan penambangan yang tak terkontrol, atau juga perambahan hutan, hingga membuang sampah sembarangan. Karena itu, yang tak kalah penting adalah menciptakan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungannya.
“Karena itu jauh lebih penting. Tanpa kesadaran, persoalan-persoalan lingkungan akan terus muncul,” terang politisi Partai Gerindra ini. (tof/asd)




















