Manufaktur Terpukul, 4.481 Pekerja Jadi Penganggur

2220
Ilustrasi.

 

Pasuruan (WartaBromo.com)- Pandemi Covid-19 memukul roda industri manufaktur. Para pelaku usaha pun mulai beramai-ramai mengetatkan pinggang.

Rasionalisasi karyawan menjadi alternatif paling nyata di tengah situasi yang serba tak menentu ini. Hingga minggu ketiga April ini, tercatat setidaknya 4.481 karyawan telah dirumahkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Pasuruan, Tri Agus Budiarto mengatakan, berdasar report yang diterimanya, ribuan karyawan itu berasal dari 30 perusahaan.

“Sampai minggu ketiga April ini, ada 30 perusahaan yang melapor telah merumahkan karyawannya,” kata Kepala Disnaker, Tri Agus Budiarto, Rabu (29/04/2020).

Dikatakan Agus, dari puluhan perusahaan itu, total pekerja yang dirumahkan sebanyak 4.481 orang. Sedangkan yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) 403 orang.

Menurut Agus, kebijakan merumahkan karyawan dipilih untuk meringankan beban operasional perusahaan yang semakin berat. Pasalnya, pandemi Covid-19 menyebabkan pasar lesu.

“Imbas secara langsung terletak pada produktivitas perusahaan yang turun, karena pasar juga turun,” ungkapnya.

Tri mengatakan, 30 perusahaan dimaksud diantaranya, PT. Tirtadaya Adi Perkasa, PT. Karya Mitra Budi Sentosa, PT. Bukit Welirang PT. Box time Indonesia, PT. Sari Rajut Indah.

Kemudian, PT. Mahakarya, PT. Soedali Sejahtera,.PT. Milenia Furniture, PT. Liman Jaya Anugerah, PT. Niramas Pandaan Sejahtera, dan PT. Grasindo primadaya.

Selain itu ada juga UD. Mujur Jaya, PT. Adji Busana, PT. Sarana Kreasi Lestari (SKL), PT. Agel Langgeng, PT. Maju Makmur Jaya, PT. Foconindoneda, PT. Karya Sutarindo, PT. Condido Agro, PT. Multiplast, dan PT. Iga Abadi.

Sedangkan wisata dan hotel ada Kebun Kurma, Saygon Water Park, PT. Taman Safari Indonesia, Inna Hotel, dan Tanjung Plaza Hotel. (nul/asd)