Update Covid-19 Kabupaten Pasuruan: Hari Ini 17 Positif

10339
IGD RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan.

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sebanyak 17 warga Kabupaten Pasuruan, dinyatakan positif Covid-19, Sabtu (23/5/2020). Tenaga medis yang selama ini tangani pasien corona, di antara yang tertular.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya mengungkapkan, 17 pasien positif baru terdiri dari 8 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Bangil, dan 9 PDP (pasien dalam pengawasan) yang dirawat di RSUD Bangil.

Disebutkan, jika ke-delapan nakes yang dinyatakan positif Covid-19 hari ini adalah petugas yang sekian waktu menangani pasien Covid-19 di RSUD Bangil.

“Kami ikut bersedih, karena hari ini lagi-lagi para tenaga kesehatan yang terkonfirmasi Covid-19. Mereka yang selama ini merawat para pasien PDP dan positif Covid-19 di RSUD Bangil. Karena dari swab test keluar hari ini yang menyatakan mereka positif Covid-19,” kata Anang di Posko Penanganan Covid-19, Bangil, Sabtu (23/05/2020) sore.

Lebih jelasnya, 8 nakes RSUD Bangil di antaranya bidan (30) berdomisili di Kecamatan Beji; perawat (perempuan) berusia 42 tahun dari Kecamatan Bangil; perawat (perempuan) 35 tahun dari Kecamatan Bangil; perawat (perempuan) 51 tahun asal Kecamatan Bangil.

Kemudian nakes positif kali ini juga terhadap perawat (laki-laki) 28 tahun dari Kecamatan Bangil; perawat (perempuan) 28 tahun berdomisili Kecamatan Beji; perawat (laki-laki) dari Kecamatan Grati; dan perawat gigi (laki-laki) 54 tahun asal Kecamatan Bangil.

Dijelaskan Anang, selama merawat pasien Covid-19, para tenaga kesehatan selalu discreening untuk dilakukan rapid test. Screening ini dilakukan dalam periode tertentu, sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.

“Kita ambil contoh, ketika ada pasien baru masuk di RSUD, dan dicurigai menjadi PDP. Nah, kemudian ketika diperiksa ternyata memiliki komorbit atau penyakit penyerta kemudian dirapid dan hasilnya reaktif, maka perawat yang kontak erat dengan pasien ini akan dirapid atau screening secara massal,” jelasnya.

Rencananya kedelapan nakes positif Covid-19 ini akan menjalani isolasi di Hotel Permata Biru, Prigen, karena mereka terpapar virus corona dalam kondisi tanpa gejala (OTG/orang tanpa gejala). Kata Anang, rencananya besok akan dipindahkan dari RSUD Bangil.

“Hari ini kita masih koordinasi, kalau malam ini siap, maka langsung kami pindahkan ke Permata Biru untuk menjalani isolasi, karena mereka semua tanpa gejala. Meski ada yang komorbit karena usia lebih dari 45 tahun,” tegasnya.

Lain nakes, kesembilan warga Kabupaten Pasuruan yang terkonfirmasi Covid-19 dari pasien PDP antara lain laki-laki (74) dari Kecamatan Bangil. Pasien ini masuk ke RS Bangil pada 13 Mei 2020 dengan keluhan sesak napas, demam naik turun, muntah 2 kali, serta komorbit pneumonia, dan non reaktif (rapid).

Kemudian bayi laki-laki berusia 3 bulan dari Kecamatan Bangil. Bayi ini masuk RS Bangil pada 5 Mei 2020 dengan keluhan pneumonia, sepsis (infeksi), serta ADB (kekurangan zat besi ). Setelah di-rapid, hasilnya reaktif.

Selanjutnya adalah perempuan (63) dari Kecamatan Kraton yang datang ke RSUD Bangil pada 13 Mei dengan komorbit pneumonia dan TBC. Ada lagi  perempuan (25) berasal dari Kecamatan Nguling, datang ke RSUD Bangil pada 2 Mei dengan keluhan sesak sejak sebulan, semakin memberat 2 minggu ini, batuk, mual disertai komorbit TB Paru, pneumonia, dan HIV. Begitu di-rapid, hasilnya reaktif.

PDP lain yang berubah status menjadi terkonfirmasi Covid-19 adalah remaja perempuan berusia 12 tahun dari Kecamatan Lekok. Gadis ini dilarikan ke RSUD Bangil pada 14 mei dengan keluhan batuk, pilek 2 hari, dan kaki bengkak. Setelah diperiksa, ternyata memiliki komorbit berupa ISPA (infeksi saluran pernafasan akut) sekaligus selulitis dengan hasil rapid reaktif.

Berikutnya adalah bayi laki-laki lain yang berusia sama yakni 3 bulan, dari Kecamatan Rejoso. Bayi ini berstatus PDP sejak masuk rumah sakit (MRS) pada 14 Mei 2020 dengan diagnosis pneumonia dan TBC.

Lalu remaja perempuan 16 tahun dari Kecamatan Rejoso juga terpapar corona. Remaja ini menjadi pasien RSUD Bangil sejak tanggal 13 Mei 2020 dengan diagnosis pneumonia.

Bahkan anak kandung dari nakes RSUD Bangil yang lebih dulu dinyatakan positif Covid-19, kali ini diungkap juga tertular. Ia adalah laki-laki berusia 8 tahun dari Kecamatan Beji yang dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala.

Terakhir adalah laki-laki (41) dari Kecamatan Gempol. Ia adalah PDP yang meninggal dunia pada 16 Mei 2020 lantaran memiliki pneumonia dan HIV/AIDS.

Dengan bertambahnya 17 orang terpapar corona pada hari ini, maka jumlah warga Kabupaten Pasuruan positif Covid-19 sampai hari ini terakumulasi menjadi 74 orang.

Pasien tersebut terdiri dari 11 warga Bangil, 12 warga Beji (1 sembuh), 8 warga Gempol (1 sembuh), 2 warga Gondangwetan (1 sembuh), 2 warga Grati, 5 warga Kraton, 1 warga Lekok, 1 warga Lumbang (sembuh), dan 2 warga Nguling.

Positif juga terhadap 7 warga Pandaan, 1 warga Pasrepan, 5 warga Prigen, 1 warga Purwodadi, 2 warga Purwosari, 5 warga Puspo (1 sembuh), 2 warga Rejoso, 6 warga Rembang (2 sembuh), dan 1 warga Tutur.

Kondisi ini membuat Anang kembali mengingatkan seluruh masyarakat untuk patuh terhadap segala anjuran pemerintah. Terlebih mendekati lebaran, jumlah warga yang memadati pusat perbelanjaan semakin banyak.

“Kami mohon untuk warga jangan mudik, tetap di rumah saja. Jangan menggelar open house. Kita selamatkan keluarga kita agar terhindari dari paparan virus corona ini,” ungkapnya. (mil/ono)