Total 32 Pasien Positif Meninggal Dunia di Kabupaten Pasuruan hingga Melihat Kesibukan Petani Jeruk Keprok di Ngembal | Koran Online 6 Juli

1398

Beragam peristiwa kami sajikan pada 5 Juli 2020 melalui laman media online wartabromo. Ragam berita menarik kini kami rangkum untuk kembali anda baca dalam koran online edisi Senin (06/07/2020). Mulai Total 32 Pasien Positif Meninggal Dunia di Kabupaten Pasuruan hingga Melihat Kesibukan Petani Jeruk Keprok di Ngembal:

  1. Total 32 Pasien Positif Meninggal Dunia di Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (WartaBromo.com)- Jumlah kematian pasien positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan terus bertambah. Hingga Sabtu (4/07/2020) sore, total 32  orang yang meninggal dunia.

Terbaru, dua kematian terjadi pada pasien positif asal Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan dan Desa Legok, Kecamatan Gempol. Simak Selengkapnya.

  1. Farmasi Dominasi Investasi Asing di Kabupaten Pasuruan

Pasuruan (WartaBromo.com) – Pandemi Covid-19 membuat dunia investasi di Kabupaten Pasuruan ikut lesu. Hingga tengah tahun berjalan, angka belum sesuai ekspektasi.

Berdasar data WartaBromo.com, hingga Jumat (3/07/2020) lalu, nilai investasi untuk kategori Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 2, 08 triliun. Simak Selengkapnya.

  1. Besok, Bupati Sampaikan Pertanggungjawaban APBD 2019

Pasuruan (WartaBromo.com)– Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf dijadwalkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2019 di hadapan DPRD setempat.

Karena digelar di tengah suasana pandemi, kegiatan itu dijadwalkan dilaksanakan secara virtual/teleconference dari Gedung Serbaguna Pemkab di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan. Simak Selengkapnya.

  1. Melihat Kesibukan Petani Jeruk Keprok di Ngembal

Pasuruan (WartaBromo.com) – Petani jeruk keprok Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan panen raya. Buah dengan rasa segar dan manis tersebut, sepertinya laris di pasaran.

Supardi, salah satu petani jeruk mengaku tak lagi kerepotan mencari pembeli buah jeruk. Pembeli datang langsung ke untuk mengambil buah dengan kandungan vitamin C itu. Simak Selengkapnya.

  1. “Terusir” dari Tanah Sendiri, Sewindu Menjadi Pengungsi

WAKTU berjalan begitu cepat. Tak terasa, terhitung hampir sewindu (delapan tahun) para pengikut faham Syiah ini menyandang status sebagai pengungsi. Kerusuhan yang pecah pada Desember 2012 silam membuat mereka terusir dari kampung halamannya di Sampang, Madura.

Menjelang akhir Maret lalu, WartaBromo.com berkesempatan menyambangi mereka di lokasi pengungsian di Komplek Rumah Susun Provinsi Jawa Timur “Puspa Agro” di Kelurahan Jemundo, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Simak Selengkapnya.