Wanita Ini Curhat di Medsos : Ibu Saya Dipaksa RS Jadi Pasien Covid

31473
Prosesi pemakaman covid 19. Ft akun Tea Ranich

Pasuruan (wartabromo.com) – Sebuah postingan berisi curhatan seorang perempuan tentang ibunya yang meninggal dunia di Rumah Sakit di Kota Pasuruan mendadak viral di media sosial Facebook, Selasa (4/8/2020).

Unggahan itu di-posting oleh akun Tea Ranich yang menceritakan tentang kronologi ibunya yang meninggal dunia dan menjalani pemakaman secara protokol covid19.

Akun Tea Ranich juga menambahkan foto dan video yang berisi surat pernyataan penolakan dan juga prosesi pemakaman jenazah ibunya yang beralamatkan di Lumbang Kabupaten Pasuruan dengan protokol covid19.

Dalam isi postingan tersebut, wanita yang dipanggil Rani itu menuturkan jika dirinya sempat terlibat perdebatan dengan dokter lantaran diminta menandatangani surat pernyataan covid19 agar ibunya bisa mendapatkan penanganan.

Akun Tea Ranich juga menuliskan jika sang dokter mengancam tidak mau melakukan tindakan medis apapun jika pihaknya tidak bersedia tanda tangan.

Berikut isi lengkap postingan akun Tea Ranich yang diunggah Senin (3/8/2020).

Bukan COVID 19…
Saya bukan tipe orang yang suka berargumen dan saya juga bukan penulis.tapi pengalaman ini ingin membuat saya menulis berbagi kisah agar mungkin bisa menjadi pengalaman buat yang lain.sebelumnya sy mohon maaf tanpa sengaja menyinggung pihak Laen saya hanya ingin menceritakan pengalaman pribadi sesuai yang sy rasakan.

Ibu saya memang sudah lama sering sakit beliau mempunyai riwayat diabetes tinggi.hari itu tidak biasa mengeluh panas demam seperti sakit sebelumnya sudah sering seperti itu tapi membaik dengan sendirinya.kali ini setelah d tes diabetnya tinggi 500 .hari itu sy panik..sy bawa k sebuah klinik d desa karena berita ttg Corona membuat sy takut membawa ibu sy ke rumah sakit terbesar d kota ku terlebih lagi berita viral yg terjadi kemarin saat kasus jenazah di jemput paksa oleh warga.

Selasa,28-07-2020 jam 15.30 saya bawa ibu saya ke klinik bukan ke rumah sakit. Seperti biasa d rawat biasanya pake Askes kali in pake umum ..tidak apalah yang penting ibu sehat dari pada harus Askes tapi d coronakan.
Kamis,30-07-2020 jam 11.30 di pihak klinik swasta sesuai anjuran dokter sy mengantar ibu sy ke laboratorium untuk periksa lebih detail.dokter menyarankan untuk ronsen Krn di duga panas ibu bersumber dari paru-paru.meski tidak merasa sesak karena sebelumnya juga tidak pernah menderita penyakit paru-paru.hasil ronsen baru akan keluar Senin

Jumat,31-07-2020 saya tetap menemani ibu saya d klinik meski kondisi sy juga sakit waktu itu.sy mengajukan pulang paksa karena saya pikir selama beberapa hari disini ibu tetep tidak sembuh total hanya sedikit membaik dan biaya juga semakin membengkak.ini juga permintaan beliau karena beliau ingin istirahat di Lumbang tempat kelahirannya.

Sabtu 01-08-2020 saya meminta dokter untuk memulangkan ibu.karena keadaan sudah cukup baik meski belum sembuh total dokter menyetujui.

Jam 15.00 ibu diantar ke Lumbang dengan sepeda .beliau ckup kuat ditengah sakitnya masih bisa bertahan sampai d tempat tujuan.
Jam 23.30 sy dpt telpon dr keluarga Lumbang kalo nafas ibu sudah sesak bahkan tidak sadar.tengah malam sy panik spontan langsung naik grab mobil menjemput ibu sy untuk d larikan kerumah sakit d keraton.

Minggu ,02-08_2020 jam 03.00 sy membawa ibu ke rumah sakit dikraton sampai sana hanya dikasih oksigen dan tidak dilakukan tindakan apa2.petugas medis menyarankan membawa kerumahsakit yang lebih lengkap di kebonagung.karena tidak ada alat untuk paru paru.setengah keadaan bingung sy terpaksa membawa ke rumah sakit viral itu .berharap cemas dan melupakan kejadian tentang kemarin yang sempat viral.ketakutan ku AQ tepis demi kesembuhan ibuku.

Jam 03.30 langsung di IGD dan ibuku langsung di larikan d kamar isolasi dan ini awal dari penyesalanku ..

Dokter : sudah berapa hari ibunya sakit?
AQ: sy ceritakan gejala awal BLA BLA sampe akhir
Dokter: menurut gejala sakit yg ibu derita ada indikasi terkena virus covid.tapi nanti kita cek lebih lanjut
Jam 05.00 sy mencoba mengintip ruang isolasi tidak ada tanda ibu bergerak sy pasrah tapi hasil belum keluar.
Saya dipanggil di ruangan
Dokter : mbak gimana apa anda bersedia ibu anda kami tangani secara covid tapi kalo meninggal harus siap menjalani pemakaman secara covid.sy minta tanda tangan persetjuan kalo anda tidak setuju silahkan bawa pulang ibunya kami tidak akan melakukan tindakan apa2.
AQ: bentar dok sy masih rundingan sama keluarga
( dengan sedikit ngeyel)d cek dulu dok ibu sy diabet jangan panas dkit langsung ke covid cek lab dulu karena sy SDH cek lab hasil masih Senin kluar.
Dokter: kita tetep cek tapi tetep melakukan tes sesuai protokol kesehatan yg d anjurkan pemerintah .apabila anda setuju apa bersedia di tangani secara covid jika meninggal harus d makamkan secara covid.
AQ: hasil tes nya belum kluar ko sudah harus di covidkan dulu sy mau liat hasilnya dulu baru setelah itu saya setuju jika dilakukan tindakan sesuai protokol covid tapi kalo ibu sy bukan terinveksi covid sy tidak setuju jika jenazah harus d tangani seperti covid.
Dokter: ya sudah anda menolak berarti silahkan ibunya jangan d bawa kesini kita ga mau melakukan tindakan apa2
AQ; (masih nego)kalo sy tanda tangan tindakan apa yg d lakukan rumahsakit untuk menolong ibu saya
Dokter: cuma kita kasih oksigen
AQ: kalo hanya sekedar oksigen itu artinya tidak ada tindakan apa2 dr sini sama aj dengan membiarkan ibu sy meninggal.ya sudah mending sy bawa pulang ibu sy dan sy tetap TDK mau tanda tangan karena hasil lab nya juga non reaktif dan ibu sy tidak terkena covid
Melihat penolakan saya dokter langsung berkata
Dokter : maaf ibu anda sudah meninggal
AQ: sy tau ibu sy sudah meninggal drtd kenapa harus sy d paksa tanda tangan seolah2 masih harus d ksh tindakan.dan d srt itu mengiyakan kalo jenazah terinfeksi covid..sy BKN org pintar dok to sy bisa baca hasil tes nya negatif tp knp harus sy menyetujui jika ibu sy covid hanya karena gejala panas dan sesak.tentunya semua orang sakit juga mengalami panas.
sebuah pertanyaan yang mungkin bisa hanya dengan UANG yang mejawab semua ini. Kenapa…kenapa dan kenapa? Harus menyetujui secara covid sekalipun bukan terinveksi covid.
Kalo sudah meninggal kenapa tidak bilang dari tadi knp harus berpura2 masih akan melakukan tindakan pertolongan hanya demi sebuah tanda tangan kalo sy menyetujui jenazah terkena covid .
Dr awal sy sudah menolak melakukan tindakan apapun karena memang hasil tes negatif. Setiap orang sakit pasti panas apalagi orang yang mengalami sakratul maut nafas pasti setengah sesak . bukan berarti semua d sama ratakan dengan covid .