AMSI Gelar Kongres Kedua Secara Virtual

734
Usung Tema Membangun Ekosistem Media Siber Berkelanjutan

Jakarta (WartaBromo.com) – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menggelar Kongres Kedua pada tanggal 22-23 Agustus 2020. Kegiatan musyawarah organisasi kali ini bakal digelar secara virtual.

Dari keterangan tertulis diungkapkan, Kongres Kedua merupakan forum tertinggi AMSI yang telah berusia tiga tahun, sebagaimana amanat anggaran dasar organisasi.

Dalam rancangannya, kongres bakal membahas berbagai persoalan, termasuk suksesi kepemimpinan. Acara ini akan dihadiri oleh semua media anggota dari 21 provinsi seluruh Indonesia.

Dituliskan, sedianya kongres kedua ini digelar di Surabaya, Jawa Timur, sesuai dengan keputusan rapat pengurus tahun 2019. Akan tetapi, karena pandemi Covid-19, kongres digelar secara virtual tetapi tanpa mengurangi kolektivitas organisasi.

Pembukaan kongres kedua mengundang kalangan tokoh pers, industri media, bahkan umum. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dijadwalkan menjadi keynote speaker.

Selama tiga tahun terakhir ini, AMSI dijelaskan sudah membentuk kepengurusan di 21 provinsi dari Aceh hingga Papua. Hal penting yang perlu dikabarkan adalah, AMSI telah pula secara resmi menjadi konstituen Dewan Pers (DP).

Berkolaborasi dengan konstituen Dewan Pers lain, AMSI mencoba memberikan sumbangsih terlibat membahas dan menyusun kerangka dasar media sustainability di Indonesia demi terciptanya industri pers yang sehat dan industri digital yang fair.

Di antara yang telah dilakukan AMSI yakni berkolaborasi dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo). Ikut menginisiasi Cek Fakta demi mengklarifikasi hoaks yang marak di ranah digital. Langkah yang diikuti media anggota AMSI ini, diharapkan membantu upaya menyehatkan dunia digital dari sampah hoaks yang beredar, dan menyuguhkan informasi yang terverifikasi kepada khayalak ramai.

Ketua AMSI Wens Manggut mengungkapkan dunia digital Indonesia masih tergolong baru, begitu pula industri media siber.

Dinyatakan kemudian, jika diperlukan literasi untuk para pengelola media, pelaku bisnis, serta publik, di tengah maraknya penyedia konten. Selain itu, diperlukan regulasi yang menjadi aturan main di satu sisi, tetapi tidak menghambat perkembangan industri media siber di sisi lain.

“Setelah tiga tahun berdiri dan resmi menjadi konstituen Dewan Pers, tentu saja AMSI masih memerlukan pembenahan dan penguatan organisasi; serta membantu pengurus wilayah membangun ekosistem industri digital di tingkat lokal, demi terciptanya industri media yang sehat dan berkelanjutan,” jelas Wens.

Selain mematangkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), membahas program selama tiga tahun ke depan, kongres juga akan memilih ketua dan sekretaris jenderal AMSI baru, untuk kemudian membentuk kepenggurusan periode 2020-2023.

Kepengurusan baru nanti diharapkan bisa melanjutkan program penguatan organisasi dan bersumbangsih bagi pembenahan ekosistem media dan digital Indonesia.

Ketua Steering Committee Kongres Kedua AMSI Hery Trianto menyatakan harapan, kongres dapat berjalan dengan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, terutama upaya-upaya konkrit menjaga keberlanjutan media siber.

“Kita tahu media siber sekarang menghadapi tantangan yang tidak mudah, karena secara bisnis terpukul oleh pandemi. Media kini tengah berupaya memperpanjang nafas untuk bertahan sembari berharap bencana ini segera berlalu, dan ekonomi kembali pulih,” ujar Hery.

Sementara, Ketua Panitia Kongres Kedua Maryadi mengatakan pelaksanaan kongres secara daring, menjadi kongres pertama sebuah organisasi media besar di Indonesia yang dilakukan secara virtual.

“Kongres juga bertujuan untuk menguatkan kemandirian ekosistem digital Indonesia dengan menghasilkan rekomendasi rekomendasi kepada pemerintah yang bisa dijadikan dasar kebijakan dalam membangun ekosistem digital,” imbuh Maryadi. (red)