Di Tegalbero, Mas Adi Serap Aspirasi dengan Ngopi

769
SAMBIL NGOPI: Mas Adi saat bertemu warga di sebuah kedai atau warung kopi di Tegalbero, Wirogunan.

 

Pasuruan (Wartabromo.com) – Semakin mendekati hari H pencoblosan, blusukan Mas Adi untuk menyerap aspirasi warga semakin massif. Cawawali yang mendampingi Gus Ipul ini intensif blusukan ke Tegalbero Kelurahan Wirogunan Kecamatan Purworejo pada Senin malam (30/11).

Kali ini, Mas Adi menyerap aspirasi dengan diajak warga ngopi. Acara santai dan jauh dari kesan formal ini semakin membuat suasana lebih gayeng. Berbagai persoalan yang dialami masyarakat di Tegalbero juga bisa disampaikan secara langsung dan lugas.

DISAMBATI PJU: Kawasan Tegalbero yang ramai saat kedatangan Mas Adi dan tim pemenangan.

Ngopi sambil mencari inspirasi ini coba digagas warga Tegalbero agar aspirasinya tersampaikan. Kadang aspirasi harus dilakukan dengan situasi yang tepat dan suasana yang nyaman.

Nah, karena suasananya sangat mendukung, beberapa warga kemudian curhat kepada Mas Adi. Yang dirasakan warga Tegalbero sampai saat ini adalah minimnya lampu penerangan atau Penerangan Jalan Umum (PJU). Beberapa kawasan dan lingkungan di Tegalbero sampai saat ini gelap. Sehingga, warga disana juga menjadi was-was, karena rawan kejahatan.

SELALU ADA EMAK: Mas Adi dan istri, Suryani Firdaus disambut emak emak Tegalbero.

“Dulu sering ada begal di sini Mas. Ada kejahatan jalanan. Ini karena memang minimnya PJU di sini,” keluh Subagio, salah satu warga Tegalbero kepada Mas Adi.

Curhatan Subagio ini juga diamini warga lainnya yang ada di warung kopi itu. “Benar Mas,” tukas mereka.

Tegalbero sendiri berada di wilayah pinggiran Perkotaan. Lokasinya padat penduduk. Artinya, perhatian pemerintah akan jalan-jalan umum dengan penerangan yang cukup sangatlah penting. Kendati demikain, kondisi di Tegalbero seperti “jauh panggang dari api”. Jauh antara harapan dengan kenyataan. Minim perhatian. Dan masih banyak akses jalan yang tidak dilengkapi PJU.

 

“PJU-nya minim sekali. Apalagi akses jalan masuk ke Tegalbero ini gelap dan harus melewati komplek makam umum. Jadi, jalanannya rawan kejahatan,” jelas Bagio lagi.

Ia juga tidak menampik, jika selama ini memang sudah ada lampu penerangan. Tapi sifatnya hanya sebatas lampu biasa. Dan itupun hasil gotong-royong atau swadaya warga sendiri.

“Kalau bisa lampu yang besar. Jadi jalanannya tidak terkesan gelap sekali. Minimal penerangannya memadai, ” imbuhnya.

Bagio pun berharap, Mas Adi bisa merealisasikan harapan warga itu jika nanti terpilih memimpin Kota Pasuruan bersama Gus Ipul. “Saya mewakili warga lainnya, sangat berharap mudah-mudah Mas Adi jadi. Dan tolong kalau sudah jadi, jangan lupakan kami. Kami minta bantuan PJU untuk menerangi jalanan masuk ke pemukiman kami,” pintanya.

 

Mendengar curhatan tersebut, Adi Wibowo mengapresiasi keluhan warga Tegalbero tersebut. Terkait minimnya penerangan jalan dan belum adanya bantuan sampai saat ini. Ia pun menjelaskan, jika selama ini warga juga sudah membuat permohonan untuk mendapatkan bantuan. Namun, tetap saja belum ada realisasi.

“Insha Allah, bersama Gus Ipul, nanti saya akan prioritaskan hal ini. Apalagi ini sifatnya urgent sekali,” tegas Adi dihadapan warga.

Menurutnya, jika minim penerangan, memang sangat rawan kejahatan. “Doakan saja kami bisa melangkah dan mendapat amanah rakyat. Nanti akan kami usahakan cepat untuk realisasikan PJU ini,” paparnya.

Acara Mas Adi ngopi bersama warga Tegalbero ini dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Saat measuki warung, Mas Adi sudah mengingatkan kepada warga agar selalu mematuhi 3 M. Memakai masker, mecucuci tangan, dan menjaga jarak.

Dan saat ngopi penuh inspirasi itu, diantara warga dan mas Adi tetap jaga jarak. Semua memakai masker, dan tidak saling bersentuhan telapak tangan. (day/*)