Segini Luas Lahan Kritis yang Bikin Banjir di Pasuruan Makin Parah

659
Banjir yang merendam jalur Pantura Kraton, akhir Maret lalu. Foto: Romadoni.

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Perubahan alih fungsi lahan disinyalir memberi kontribusi besar atas banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten/Kota Pasuruan.

Merujuk dokumen peta jalan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang diterbitkan Forum DAS (For-DAS) Pasuruan, jumlah lahan kritis tercatat mencapai 31.873,04 hektare.

“Dari angka tersebut, 15.668 hektare bahkan masuk kategori sangat kritis,” kata Sekretaris Forum DAS Pasuruan, Zainul Arifin.

Menurut Zainul, ada beberapa faktor yang menjadikan lahan-lahan kritis di Kabupaten Pasuruan semakin luas. Salah satunya, kegiatan pertanian dan juga pertambangan.

Di antaranya di wilayah DAS Rejoso. DAS dengan wilayah terluas dibanding 8 DAS yang lain ini mengalami kerusakan yang paling parah akibat pertambangan.

Baca Juga :   Diterjang Banjir Bandang, Dua Anak Hilang Terbawa Arus hingga Pemerintah Bakal Tarik Seluruh Sertifikat Tanah | Koran Online 4 Feb

Laporan penyedia berita sains dan lingkungan paling populer di dunia, Mongabay.co.id,  melaporkan, sebanyak 80 izin konsesi tambang berada di Pasuruan. 72 di antaranya berada di DAS Rejoso, dimana sumber air Umbulan berada.

Dari pilihan izin itu, total luas konsesi mencapai sekitar 2500 hektare. Dua di antara izin tersebut berada di wilayah yang sebelumnya merupakan kawasan hutan. (tof/asd)