Pasuruan (WartaBromo.com) – Sepanjang tahun 2025, kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Berdasarkan laporan rekapitulasi kejadian tahunan, tercatat sebanyak 188 perkara kecelakaan lalu lintas, dengan total 44 korban meninggal dunia dan kerugian materiil mencapai Rp497.650.000.
Data tersebut menunjukkan bahwa kecelakaan terjadi hampir merata sepanjang tahun, dengan bulan Desember menjadi periode paling rawan. Pada bulan terakhir 2025 itu, tercatat 22 kejadian kecelakaan, sekaligus menjadi bulan dengan jumlah korban luka ringan terbanyak.
Selain Desember, sejumlah bulan lain juga menunjukkan tren kecelakaan yang cukup tinggi. Pada bulan Mei tercatat 19 kejadian, disusul Oktober dengan 17 kejadian, serta Juni dan Juli masing-masing 17 dan 16 kejadian. Sementara itu, Agustus menjadi bulan dengan jumlah kecelakaan paling rendah, yakni hanya 10 kejadian.
Dari sisi dampak korban, data Polres Pasuruan Kota mencatat 44 orang meninggal dunia sepanjang 2025. Angka kematian tertinggi terjadi pada bulan Juli dengan 11 korban, disusul Mei sebanyak 10 korban meninggal.
Untuk korban luka berat, tercatat sebanyak 29 orang, dengan puncak tertinggi terjadi pada bulan Mei sebanyak 8 orang dan Desember 6 orang. Sedangkan korban luka ringan mencapai 238 orang, dengan jumlah terbanyak pada Desember sebanyak 30 orang, disusul Maret dan Oktober masing-masing 24 orang.
Selain korban jiwa, kecelakaan lalu lintas juga menimbulkan kerugian ekonomi yang tidak sedikit. Total kerugian materiil selama tahun 2025 tercatat Rp497,6 juta, dengan bulan April sebagai periode kerugian tertinggi, yakni mencapai Rp101,5 juta.
Meski angka kecelakaan masih tergolong tinggi, data perbandingan menunjukkan adanya penurunan signifikan dibandingkan tahun 2024.
“Jumlah perkara kecelakaan lalu lintas turun dari 245 kasus pada 2024 menjadi 188 kasus pada 2025. Sementara itu, jumlah korban meninggal dunia juga mengalami penurunan drastis, dari 110 jiwa menjadi 44 jiwa,” kata Kasat Lantas Polres Pasuruan Kota, AKP Amrullah Setiawan saat rilis kasus tahunan, Selasa (30/12/2025) lalu.
Namun demikian, satu catatan penting muncul dari data tersebut. Jumlah korban luka berat justru mengalami peningkatan, dari hanya 4 orang pada 2024 menjadi 29 orang pada 2025.
Dengan data tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas. (don)




















