Warga Tabur Bunga di Tengah Jalan, Desak Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Gatot Subroto Dievaluasi

15

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sejumlah warga menggelar aksi doa bersama dan penyampaian aspirasi di jalur nasional Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, Rabu (17/6/2026). Aksi yang juga diwarnai tabur bunga di tengah jalan itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas rentetan kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Aksi berlangsung di pertigaan Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Randusari. Selain memanjatkan doa untuk para korban kecelakaan, warga juga menyampaikan tuntutan agar pemerintah dan pihak terkait segera melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurangi risiko kecelakaan, termasuk mengalihkan kendaraan berat ke jalan tol.

Kegiatan tersebut sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan kemacetan di sekitar lokasi aksi. Koordinator aksi, Ayik Suhaya, mengatakan aksi tersebut dilakukan karena warga menilai belum ada langkah cepat dari pemerintah maupun instansi terkait untuk merespons rentetan kecelakaan yang terjadi.

“Seharusnya Pemerintah Kota Pasuruan, wali kota, kepolisian dan Dinas Perhubungan segera merespons kejadian maut ini. Jangan melakukan pembiaran,” tegas Ayik dalam orasinya.

Ayik menyebut, dalam hampir satu bulan terakhir, kecelakaan di Jalan Gatot Subroto terus terjadi sejak jalur tersebut menjadi lintasan kendaraan berat dua arah. Berdasarkan data yang dihimpun warga, sedikitnya sembilan orang meninggal dunia akibat tertabrak maupun terlindas truk.

Karena itu, warga mendesak adanya rekayasa lalu lintas dengan mewajibkan kendaraan besar memanfaatkan jalan tol. Truk dari arah Surabaya menuju Probolinggo diusulkan masuk melalui Tol Raci-Bangil, sedangkan kendaraan dari arah Probolinggo menuju Surabaya diarahkan masuk melalui Gerbang Tol Grati.

“Wali Kota Pasuruan, Polres Pasuruan Kota dan Bupati Pasuruan harus segera berkoordinasi agar pengguna sepeda motor tidak terus merasa was-was saat melintas,” katanya.

Sementara itu, Buswari, salah satu warga salah satu warga lainnya meminta aparat kepolisian memperketat pengawasan terhadap kendaraan besar yang melintas.

Menurutnya, sejak adanya pengalihan arus akibat penutupan total Jalan Ir. Juanda di kawasan Buk Wedi, dump truk dan trailer semakin sering melintas di Jalan Gatot Subroto yang merupakan kawasan padat penduduk.

“Pak polisi harus jaga ketat, karena dump truk dan trailer menjadi momok pengendara warga,” ujar Buswari.

Diketahui, sejak proyek peninggian Jembatan Buk Wedi di Jalan Ir. Juanda, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul, dilakukan pada Mei lalu, jalur tersebut ditutup total. Sebagian kendaraan berat memang diarahkan masuk ke jalan tol, namun tidak sedikit yang justru dialihkan melalui Jalan Gatot Subroto.

Kondisi tersebut menyebabkan meningkatnya kepadatan lalu lintas, kemacetan, hingga kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar dan pengendara sepeda motor di kawasan tersebut. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.