Gempol (WartaBromo.com) – Persoalan Bundaran Apollo Gempol tidak hanya dikeluhkan masyarakat karena terlihat kumuh, tetapi juga dikeluhkan sejumlah pelaku UMKM yang mengalami penurunan penjualan hingga omset pendapatan yang terus menurun.
Salah satu keluhan disampaikan oleh Satuman, Penjual jajanan oleh-oleh diarea Bundaran Apollo Gempol. Ia mengaku bahwa selama kurun waktu beberapa tahun terakhir ini omset penjualan menurun drastis.
Menurutnya, penurunan omset tersebut paling dirasakan para pelaku UMKM disana selama kurun waktu satu tahun terahir ini. Ia mengungkapkan bahwa penurunan omset tersebut disebabkan oleh naiknya sejumlah bahan pokok, seperti bahan mentah makan untuk klepon, kerupuk hingga plastik.
“Kerupuk saja yang semula harga kulakan dalam satu balnya hanya dikisaran Rp70 ribu hingga Rp90 ribu, kini mencapai Rp100 ribu lebih, dan plastik yang sebelumnya satu kilonya sekitar Rp32 ribu, kini mencapai Rp50 ribu lebih,” kata Satuman.
Naiknya sejumlah harga bahan pokok tersebut tidak berbanding lurus dengan harga jual dagangannya.
Selain karena kenaikan harga bahan pokok, jarangnya pengendara yang berhenti disekitaran Bundaran Apollo Gempol juga dianggap jadi pemicu sepinya pembeli.
Bundaran Apollo dinilai kurang memiliki daya tarik untuk masyarakat luar daerah dan wisatawan yang melintasi jalur tersebut untuk berhenti istirahat dan membeli jajanan oleh-oleh.
“Wes (sudah) jarang orang berhenti beli oleh-oleh jajan mas, apalagi sekarang banyak yang lewat tol, beli jajannya di tempat wisata lainnya,” tambahnya.
Keluhan serupa disampaikan oleh Sokha yang juga merupakan salah satu pelaku UMKM dikawasan tersebut.
“Waktu sebelum ini, penghasilan dalam satu hari mencapai 1 juta lebih, sekarang sehari untuk dapet Rp500 ribu aja jarang dan sulitnya minta ampun mas,” keluhnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Adinda Denisa, mengatakan banyak aspirasi masyarakat yang menginginkan Bundaran Apollo Gempol disulap menjadi ikon baru Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, kawasan tersebut diusulkan menjadi pusat aktivitas olahraga dan ruang bermain agar lebih ramai dikunjungi serta berdampak pada meningkatnya pendapatan pelaku usaha di sekitarnya.
“Banyak masyarakat mengusulkan Bundaran Apollo Gempol ini dijadikan lahan untuk jogging track, area latihan skateboard, atau taman lansia,” kata Adinda saat podcast Jawara bersama WartaBromo.
Menurut Adinda aspirasi tersebut dinilai sebagai salah satu solusi yang tepat untuk merubah kesan kumuh yang melekat pada Bundaran Gempol selama ini.
Adinda juga menyampaikan, sebenarnya disekitaran Bundaran Gempol juga telah ada lahan tanah kas desa yang disediakan untuk rest area, parkir kendaraan dan tempat UMKM, namun selama ini pemanfaatannya belum dioptimalkan.
Dengan keterbatasan kewenangan yang dimilikinya, Adinda mengaku akan mengakomodir aspirasi masyarakat dengan melakukan koordinasi bersama pemilik kewenangan ditingkatkan provinsi hingga pusat.
Menurutnya fokus utama untuk merubah wajah Bundaran Gempol dengan mengubah kesan kumuh menjadi kawasan yang aman, terang dengan tambahan penerangan jalan, dan tertib melalui kolaborasi lintas instansi.
“Secara keseluruhan, jika ditata dengan baik, Bundaran Gempol berpotensi menjadi tempat yang nyaman bagi warga untuk berkegiatan sekaligus menjadi identitas yang membanggakan bagi Kabupaten Pasuruan,” pungkas Adinda. (Fir)



















