Perangkat Desa Jrebeng Meninggal Usai Dibacok Saat Tagih Utang, Polisi Selidiki Dugaan Pelaku Lebih dari Satu

14
Terduga pelaku pembacokan Perangkat Desa Jrebeng, Wonomerto, Probolinggo diamankan polisi.

Probolinggo (WartaBromo.com) – Kondisi Perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, Supandang, tidak tertolong.

Pria yang belum genap setengah abad itu, meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan saat menagih uang yang disebut menjadi haknya.

Sempat menjalani perawatan di RSUD Ar Rozy Kota Probolinggo, korban akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Jember karena mengalami luka serius.

Supandang mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Kabar duka tersebut dibenarkan Plt Kasi Humas Polres Probolinggo Kota, Iptu Zainullah.

“Korban sempat mendapatkan perawatan dan kemudian dirujuk ke Jember. Kami menerima informasi bahwa korban meninggal dunia pada Sabtu,” kata Zainullah saat ditemui di Mako Polres Probolinggo Kota, Selasa (18/8/2026).

Kasus yang semula merupakan dugaan penganiayaan itu kini berkembang menjadi perkara yang menyebabkan korban meninggal dunia. Polisi masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk kemungkinan adanya lebih dari satu orang yang terlibat dalam pembacokan.

Sejauh ini, penyidik baru menetapkan satu orang sebagai tersangka, yakni KUS, warga Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto. KUS disebut merupakan anak dari RI, orang yang memiliki urusan utang dengan korban.

Zainullah mengatakan informasi mengenai adanya dua pelaku memang beredar di tengah masyarakat. Namun, polisi belum memastikan kebenaran informasi tersebut dan masih mengumpulkan keterangan serta alat bukti.

“Untuk sementara tersangka masih satu orang, yakni KUS. Informasi mengenai dua orang yang terlibat masih kami dalami untuk memastikan peran masing-masing,” ujarnya.

Sebelum meninggal, kondisi Supandang sempat mengundang kekhawatiran keluarga dan pihak desa.

Kepala Desa Jrebeng, Ruslan, sebelumnya menyebut korban mengalami sejumlah luka akibat pembacokan, terutama pada bagian belakang leher.

“Luka korban ada di bagian belakang leher, siku, dan punggung. Yang paling kami khawatirkan waktu itu luka di bagian belakang leher,” ujar Ruslan.

Kekhawatiran tersebut akhirnya terbukti. Setelah menjalani perawatan dan dirujuk ke rumah sakit di Jember, kondisi Supandang memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.

Di tengah proses penyelidikan, keluarga korban berharap aparat kepolisian mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.

Terlebih, sebelum meninggal, Supandang disebut sempat memberikan keterangan melalui rekaman video mengenai orang-orang yang diduga terlibat dalam pembacokan terhadap dirinya.

Keterangan korban itu kini menjadi salah satu informasi yang diharapkan dapat membantu penyidik mengurai peristiwa yang berawal dari persoalan utang tersebut.

Polisi memastikan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara utuh kronologi pembacokan, jumlah orang yang terlibat, serta peran masing-masing pihak dalam peristiwa yang berujung pada meninggalnya perangkat Desa Jrebeng tersebut. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.