Pasuruan (WartaBromo.com) – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pasuruan meningkat signifikan hingga mencapai Rp5,2 miliar. Di tengah kenaikan kontribusi tersebut, DPRD Kabupaten Pasuruan mendorong PDAM tidak hanya berorientasi pada peningkatan PAD, tetapi juga memperluas pelayanan air bersih ke wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses.
Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan mencatat, realisasi PAD dari PDAM telah melampaui target awal yang ditetapkan sekitar Rp2,8 miliar. Capaian tersebut dinilai menunjukkan potensi kontribusi PDAM terhadap PAD Kabupaten Pasuruan masih dapat ditingkatkan.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan, Agus Setya Wardhana, mengatakan peningkatan pendapatan tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan pemerataan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, realisasi PAD tahun ini diperkirakan dapat melampaui 100 persen dari target yang telah ditetapkan.
“Kalau melihat realisasi tahun ini yang mencapai Rp5,2 miliar dari awal Rp2,8 miliar, pasti akan ada peningkatan PAD kembali di tahun depan yang dibarengi peningkatan pelayanan masyarakat,” kata Agus, Minggu (30/8/2026).
Agus menilai peningkatan kontribusi PAD dari PDAM harus menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan dan perluasan jaringan distribusi air bersih.
Menurutnya, keberhasilan perusahaan daerah tidak hanya diukur dari besarnya pendapatan yang disetorkan kepada daerah, tetapi juga dari luasnya cakupan masyarakat yang memperoleh layanan air bersih.
Karena itu, Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan meminta pembangunan dan perluasan jaringan distribusi air bersih tetap menjadi prioritas dalam rencana kerja PDAM. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerataan pelayanan air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian DPRD adalah Kecamatan Lumbang. DPRD mendukung pengembangan infrastruktur pengairan di kawasan tersebut, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan air.
“Komisi II berharap saluran-saluran air tetap diprogramkan supaya ada pemerataan pelayanan di Kabupaten Pasuruan. Terkait program di Kecamatan Lumbang, Komisi II sangat mendukung karena peruntukannya untuk pengairan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Agus.
Selain Lumbang, perluasan pelayanan juga diarahkan ke Kecamatan Purwodadi. Di wilayah tersebut, PDAM direncanakan menambah Sambungan Rumah (SR) baru bagi masyarakat.
Rencana penambahan SR tersebut didukung ketersediaan pasokan dari sumber mata air di wilayah Lawang yang kini telah dapat dikondisikan untuk dikelola PDAM Kabupaten Pasuruan. Dengan tambahan sumber tersebut, kapasitas pelayanan diharapkan meningkat sehingga dapat menjangkau lebih banyak pelanggan di Purwodadi dan sekitarnya.
DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan akan mengawal program penambahan SR tersebut, termasuk dari sisi penganggaran dan pelaksanaannya. Pengawalan dilakukan agar program tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pemerataan akses air bersih.
Agus berharap tren positif kinerja PDAM tidak hanya tercermin dari peningkatan PAD. Menurutnya, kenaikan pendapatan harus menjadi modal untuk memperbesar investasi pelayanan dan memperluas akses air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Pasuruan.
“Kemudian yang di Purwodadi akan ada penambahan SR baru karena sumber mata air yang di Lawang sudah bisa dikondisikan untuk PDAM Kabupaten Pasuruan. Melihat capaian tahun ini, kami berharap kontribusi PAD terus meningkat dan tidak hanya berhenti di angka Rp6 miliar saja untuk target berikutnya,” pungkasnya. (fir)





















