Kraton (WartaBromo.com) – Jalan rusak di Dusun Ngabar Selatan, Desa Ngabar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan kembali memakan korban. Dalam dua hari terakhir, sedikitnya dua pemotor terjatuh usai menabrak penanda jalan rusak berupa pohon pisang dan kursi bambu yang dipasang warga setempat.
Peristiwa itu terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Korban pertama terjadi pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 02.58 WIB dini hari. Dalam rekaman tersebut, seorang pengendara motor tampak melaju lalu menabrak penanda jalan rusak hingga akhirnya terjatuh.
Sementara korban kedua terjadi pada Minggu malam sekitar pukul 20.38 wib. Seorang pemotor kembali menabrak penanda yang berada di tengah jalan dan terjatuh di lokasi.
Warga sekitar menyebut kondisi jalan rusak itu sudah cukup lama dikeluhkan. Jalan yang bergelombang dan berlubang membuat warga berinisiatif memasang tanda darurat agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas, terutama pada malam hari.
“Sudah pernah dibenahi sekitar bulan Februari lalu secara swadaya warga. Pemerintah juga sempat menambal, tapi karena sering dilewati kendaraan akhirnya rusak lagi dan jalannya jadi bergelombang,” ujar Wewek (40), warga setempat, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, pohon pisang dan kursi bambu mulai dipasang sejak Jumat (15/5/2026) lalu karena kondisi jalan dinilai semakin membahayakan pengguna jalan.
“Korban itu bukan cuma sekali. Yang pertama jam tiga pagi, malamnya lagi sekitar setengah sembilan juga ada yang jatuh,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Dimas (28). Ia menyebut selain pemotor, beberapa mobil juga sempat berhenti mendadak karena menghindari jalan rusak tersebut.
“Biasanya mobil itu kegasrok (terjebak) kalan rusak itu. Sampe berhenti,” papar Dimas.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen agar tidak terus memakan korban. Mereka berharap jalan tersebut bisa diperbaiki total menggunakan cor beton agar lebih awet.
“Harapannya cepat dibenahi. Syukur-syukur bisa dicor sekalian biar nggak rusak lagi,” pungkas Wewek.
Hingga saat ini, penanda jalan itu masih dibiarkan, warga berharap ada tindakan dari pemerintah. (don)





















