Pasuruan (WartaBromo.com) – Informasi terkait dugaan penculikan hingga penjambretan anak belakangan ramai beredar di media sosial dan grup percakapan warga Pasuruan. Sejumlah video dan narasi yang belum tentu benar membuat keresahan di tengah masyarakat, khususnya para orang tua.
Namun, polisi meminta masyarakat tetap waspada tanpa terpancing kepanikan berlebihan. Sebab, dari beberapa kejadian yang viral, sebagian besar ternyata hanya kesalahpahaman hingga informasi hoaks.
Salah satu peristiwa terjadi pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 12.15 WIB di kawasan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Seorang pria berinisial H sempat diteriaki warga usai dianggap hendak melakukan aksi penculikan terhadap anak-anak.
Peristiwa bermula saat H pulang dari rumah saudaranya di Perum Pesona Candi menuju rumahnya di Perum Graha Candi. Saat melintas di kawasan Perum Sekar Asri, ia melihat tiga anak perempuan berjalan di tengah jalan.
Karena khawatir membahayakan keselamatan anak-anak tersebut di jalan yang ramai kendaraan, H menegur agar mereka menepi. Namun, ketiga anak itu justru ketakutan, berteriak meminta tolong dan berlari ke warga sekitar.
Teriakan itu langsung memicu kepanikan warga yang kemudian berusaha mengejar pengendara tersebut. Beruntung, pria itu tidak sempat menjadi sasaran amukan massa.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 16.30 WIB, petugas Polsek Bugul Kidul bersama anggota Reskrim Polres Pasuruan Kota mendatangi rumah H setelah mengidentifikasi kendaraan melalui rekaman CCTV warga.
Dari hasil klarifikasi polisi, tidak ditemukan unsur penjambretan maupun percobaan penculikan. Kejadian itu murni kesalahpahaman yang dipicu kepanikan anak-anak di tengah maraknya isu penculikan.
Kejadian serupa juga sempat terjadi di Desa Karangsono, Kecamatan Wonorejo. Seorang pria yang masuk ke permukiman warga dan berjalan di gang sempit membuat warga curiga.
Saat itu banyak anak-anak sedang bermain sehingga warga menduga pria tersebut hendak mencuri kambing atau melakukan tindak kejahatan lainnya. Namun setelah dilakukan penelusuran, pria tersebut diduga mengalami gangguan jiwa.
Selain itu, video terkait penculikan anak yang menyebar di story whatsapp juga ternyata tidak benar. Bahkan ada video sadis memperlihatkan anak dengan kondisi kepala terpenggal yang disebut-sebut terjadi di Pasuruan.
Padahal, informasi tersebut dipastikan hoaks dan tidak pernah terjadi di wilayah Pasuruan.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Juneadi mengimbau masyarakat agar lebih bijak menerima informasi yang beredar di media sosial.
“Belakangan ini beredar informasi terkait isu penculikan anak di tengah masyarakat. Mari kita sikapi dengan tenang, bijak, dan tetap waspada tanpa menimbulkan kepanikan berlebihan,” ujarnya.
Ia meminta orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak serta menjaga komunikasi dengan lingkungan sekitar.
“Orang tua dan lingkungan sekitar diharapkan lebih memperhatikan aktivitas anak, menjaga komunikasi yang baik, serta mengawasi lingkungan bersama-sama,” tambahnya.
Juneadi juga mengingatkan warga agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Bijaklah dalam menerima dan membagikan informasi di media sosial. Pastikan informasi yang diterima berasal dari sumber yang jelas dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Polisi mengajak masyarakat tetap saling peduli dan menjaga keamanan lingkungan tanpa main hakim sendiri.
“Jika melihat hal mencurigakan segera lapor melalui Call Center 110 layanan Polri bebas pulsa atau WhatsApp SPKT 0821-2875-2002,” pungkasnya. (don)





















