Awas! Ini 3 Bahaya Mengisi Ulang Tabung Gas Kaleng Portable, Jangan Anggap Sepele!

14

Pasuruan (WartaBromo.com) – Tabung gas kaleng portable menjadi perlengkapan yang banyak digunakan untuk kompor portable, terutama saat berkemah, piknik, hingga memasak di ruang terbatas. Karena sifatnya yang praktis, tidak sedikit pengguna yang mencoba mengisi ulang tabung tersebut agar lebih hemat.

Di berbagai tempat bahkan mulai bermunculan jasa isi ulang maupun alat adaptor yang memungkinkan tabung gas kaleng diisi kembali dari tabung LPG. Meski tampak menguntungkan dari sisi biaya, praktik ini sebenarnya tidak direkomendasikan karena menyimpan sejumlah risiko keselamatan.

Lalu, apa saja bahaya mengisi ulang tabung gas kaleng portable?

1. Tekanan Gas Berpotensi Melebihi Standar

Risiko pertama yang perlu diperhatikan adalah tekanan gas saat proses pengisian ulang. Setiap tabung gas kaleng portable diproduksi dengan standar tekanan tertentu yang telah disesuaikan dengan desain tabung.

Pada proses produksi di pabrik, pengisian dilakukan menggunakan peralatan khusus dengan pengawasan ketat untuk memastikan tekanan tetap berada dalam batas aman. Sebaliknya, proses pengisian ulang yang dilakukan di luar fasilitas produksi belum tentu menggunakan standar tekanan yang sama.

Nah, apabila tekanan gas terlalu tinggi, tabung dapat mengalami kelebihan tekanan (overpressure). Kondisi tersebut dapat mempercepat kerusakan pada struktur tabung maupun katup, sehingga meningkatkan potensi terjadinya kegagalan fungsi saat digunakan.

2. Risiko Kebocoran Gas Semakin Besar

Bahaya berikutnya adalah meningkatnya kemungkinan kebocoran gas. Tabung gas kaleng portable pada dasarnya dirancang sebagai produk sekali pakai. Katup, sambungan, dan komponen penyegel dibuat untuk satu siklus penggunaan hingga isi gas habis.

Setelah digunakan, kualitas komponen tersebut dapat mengalami penurunan akibat perubahan tekanan maupun faktor usia pemakaian. Ketika tabung dipaksa diisi ulang, kemampuan katup untuk menahan tekanan gas tidak lagi sama seperti saat pertama kali digunakan.

Akibatnya, kebocoran gas bisa terjadi tanpa disadari. Padahal gas yang keluar dari tabung sangat mudah terbakar apabila bertemu sumber api, percikan listrik, atau suhu tinggi.

3. Meningkatkan Risiko Ledakan

Risiko paling serius dari pengisian ulang tabung gas kaleng adalah potensi ledakan. Ledakan dapat dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, seperti tekanan gas yang melebihi kapasitas tabung, kerusakan pada katup, hingga kebocoran gas yang kemudian tersulut api.

Semakin sering tabung sekali pakai digunakan kembali, semakin besar pula kemungkinan terjadi penurunan kekuatan material tabung. Kondisi ini membuat tingkat keamanannya tidak lagi sama seperti produk baru.

Meski tujuan utama mengisi ulang tabung adalah menghemat pengeluaran, potensi kerugian akibat kecelakaan justru bisa jauh lebih besar, baik berupa kerusakan peralatan, kebakaran, maupun risiko cedera.

Mengisi ulang tabung gas kaleng portable memang terlihat menghemat biaya, tetapi praktik tersebut tidak disarankan karena dapat meningkatkan berbagai risiko keselamatan. (jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.