Viral Wisatawan Dilarang Naik Seruni Point Bromo, Ini Penjelasan Pemkab Probolinggo

12
Tangkapan layar kegaduhan di area Seruni Point Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.

Probolinggo (WartaBromo.com) – Suasana sempat memanas di kawasan Seruni Point, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (16/8/2026) dini hari. Sejumlah wisatawan dan pelaku jasa wisata bersitegang dengan petugas karena dilarang melanjutkan perjalanan menuju Puncak Seruni Point.

Peristiwa tersebut kemudian beredar di media sosial. Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 52 detik, terlihat sejumlah wisatawan dan pelaku jasa wisata mempertanyakan alasan pelarangan tersebut.

Mereka juga mempertanyakan koordinasi antara petugas Kodim di lapangan dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

“Kisruh ges, kisruh ges, ini ditutup di Seruni, coba penutupan itu dibawah (portal tiket Pemkab) bukan disini, supaya wisatawan tahu,” kata perekam video.

Dalam video yang beredar, terdapat keterangan waktu sekitar pukul 02.30 WIB. Narasi dalam video menyebut akses menuju Seruni Point seharusnya telah dibuka karena TNBTS memperbolehkan wisatawan masuk melalui pintu tiket.

Namun, di lapangan wisatawan masih diminta tidak melanjutkan perjalanan menuju puncak oleh petugas keamanan berseragam loreng.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Dispoparekraf) Kabupaten Probolinggo Heri Mulyadi membenarkan adanya kejadian tersebut.

Heri mengatakan situasi sempat terjadi karena adanya kesalahpahaman di lapangan. Ia memastikan kondisi kemudian dapat dikendalikan.

“Alhamdulillah terkendali mas… Secara umum area Seruni Point sudah dibuka, petugas di lapangan hanya menghimbau untuk sementara tidak ke Puncak Seruni Point point,” kata dia melalui pesan singkat, Sabtu siang.

Menurut Heri, kawasan Seruni Point memiliki sejumlah lokasi yang dapat dikunjungi wisatawan. Artinya, pembukaan kawasan tidak serta-merta berarti seluruh titik di dalamnya dapat diakses tanpa pembatasan.

Heri menyebut beberapa area yang dapat dikunjungi, mulai dari area parkir dan terminal Seruni Point, jembatan kaca, gardu pandang, hingga area tangga.

Sementara itu, akses menuju Puncak Seruni Point untuk sementara masih menjadi perhatian petugas di lapangan.

“Kami pun juga menyampaikan agar pengunjung mengikuti arahan petugas di lapangan, semata-mata demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama,” lanjut ia.

Sebelumnya, kawasan wisata Bromo dan sejumlah destinasi di sekitarnya sempat ditutup menyusul kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Setelah hampir dua pekan dilakukan penanganan, tim gabungan memastikan titik api telah padam. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar bagi pemerintah untuk mulai membuka kembali sejumlah akses wisata.

Pemerintah Kabupaten Probolinggo menetapkan akses menuju Seruni Point kembali dibuka mulai Sabtu (15/8/2026) pukul 00.01 WIB.

Pembukaan dilakukan setelah evaluasi kondisi lapangan dan pemantauan terhadap kawasan terdampak kebakaran. Keselamatan wisatawan tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengaturan akses di kawasan tersebut.

Dengan adanya kejadian pada Sabtu dini hari, Pemkab Probolinggo mengingatkan wisatawan untuk mengikuti arahan petugas. Terlebih, kawasan Bromo baru saja melewati kondisi kebakaran yang meluas sehingga pengawasan dan kehati-hatian masih diperlukan. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.