Pemkab Pasuruan Ajukan Pinjaman Rp363 Miliar untuk Bangun RSUD Purwodadi dan Dua Proyek Strategis 2027

56

Bangil (WartaBromo.com) – Pada tahun anggaran 2027 Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan membangun RSUD baru di wilayah Kecamatan Purwodadi. Di tahun yang sama, selain pembangunan RSUD, pemkab juga akan melaksanakan dua program strategis daerah lainnya, seperti revitalisasi pasar wisata Cheng Hoo Pandaan dan revitalisasi obyek wisata pemandian alam Banyubiru.

Namun untuk merealisasikan tiga program strategis daerah tersebut Pemerintah Kabupaten Pasuruan akan melakukan pinjaman daerah sebesar Rp363 miliar.

Peminjaman modal tersebut dilakukan karena berdasarkan Nota Pengantar dan Penjelasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Rancangan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD pada Senin (21/7/2026), target pendapatan dan alokasi belanja mengakibatkan defisit anggaran sebesar Rp546,85 Miliar.

Defisit tersebut nantinya akan ditutupi dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) TA 2026 sebesar Rp187,35 Miliar serta rencana Pinjaman Daerah sebesar Rp363,00 Miliar.

Wakil Bupati Pasuruan, Shobih Asrori, mengatakan pinjaman daerah dipilih agar pelaksanaan program prioritas tidak mengganggu pembiayaan program pembangunan lainnya.

“Termasuk biar tidak mengganggu program lainnya, kita akan mencari pinjaman sebanyak Rp363 miliar,”

Menurutnya, perencanaan pembangunan tiga proyek strategis tersebut sudah matang dan akan dimulai pada 2027 dengan target rampung pada 2028.

Shobih menjelaskan pembangunan RSUD Purwodadi menjadi salah satu prioritas karena pemerintah daerah dituntut mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus memperkuat pelayanan publik.

“Kenapa itu harus kita bangun, karena sementara ini pemerintah daerah diharapkan oleh pemerintah pusat untuk mencari potensi-potensi pendapatan dari daerah masing-masing,” jelas Shobih.

Ia menambahkan, keberadaan rumah sakit milik daerah di wilayah selatan juga diharapkan dapat mengurangi beban pembiayaan Universal Health Coverage (UHC) yang selama ini banyak mengalir ke rumah sakit di luar Kabupaten Pasuruan.

“Daripada kita mengeluarkan uang untuk UHC pengobatan masyarakat dan hasilnya diambil daerah lain, kita siapkan juga rumah sakitnya untuk wilayah selatan,” katanya.

Sebelumnya diketahui, guna merealisasikan proyek strategis tersebut, Pemkab Pasuruan tengah mengajukan pinjaman daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) yang dibahas dalam rapat bersama di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta pada bulan Mei lalu.

Rencana pembangunan RSUD ini diproyeksikan menjadi solusi atas keluhan dan sulitnya akses kesehatan rujukan bagi masyarakat di wilayah selatan.

Dengan berdirinya RSUD baru ini, diharapkan nantinya alur pelayanan kesehatan bagi sekitar 502 ribu penduduk yang tersebar di 10 kecamatan kawasan lereng pegunungan dapat dipangkas secara signifikan.

Selain mendekatkan pelayanan kepada masyarakat lereng gunung, lokasi RSUD ini dipilih di titik yang sangat strategis, yakni di dekat Exit Tol Purwodadi.

Pemilihan lokasi ini didasari oleh beberapa pertimbangan krusial, termasuk percepatan Penanganan Darurat untuk mempermudah jangkauan dan mempercepat respons penanganan kecelakaan lalu lintas, baik yang terjadi di dalam jalan tol maupun jalan umum sekitarnya, serta dirancang khusus untuk menjadi pusat evakuasi dan rujukan medis jika terjadi bencana alam di kawasan tiga gunung aktif, yaitu Gunung Bromo dan Gunung Arjuno.

Pinjaman ini direncanakan menggunakan tenor 10 tahun. Karena masa pengembaliannya melewati masa jabatan kepala daerah yang bersangkutan, pengajuannya wajib menggunakan skema khusus sesuai regulasi yang berlaku.

“Skemanya 10 tahun setelah cair, tapi itu sudah masuk perencanaan kita,” pungkas pria yang akrab disapa Gus Shobih. (Fir)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.