Pasuruan (WartaBromo.com) – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten dan Kota Pasuruan masih menjadi persoalan serius.
Berdasarkan rekapitulasi pemberitaan yang dihimpun Tim Redaksi WartaBromo sepanjang Mei hingga Juli 2026, sedikitnya terjadi 27 peristiwa kecelakaan yang mengakibatkan 28 orang meninggal dunia dan 20 orang mengalami luka-luka.
Rekap tersebut disusun dari seluruh pemberitaan kecelakaan yang dipublikasikan WartaBromo selama tiga bulan terakhir. Data ini memberikan gambaran tingginya angka kecelakaan yang merenggut korban jiwa di berbagai ruas jalan di wilayah Pasuruan.
Dari total 27 kecelakaan, rata-rata terjadi satu kecelakaan setiap tiga hari. Sementara itu, sebanyak 28 korban meninggal dunia berarti rata-rata satu orang kehilangan nyawa setiap tiga hari akibat kecelakaan lalu lintas. Selain itu, terdapat 20 korban luka-luka, baik luka ringan maupun luka berat.
Jika dirinci berdasarkan bulan, Mei menjadi periode dengan angka kecelakaan tertinggi. Selama satu bulan tercatat 13 kejadian atau sekitar 48 persen dari total kecelakaan dalam tiga bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, 15 orang meninggal dunia dan 10 orang mengalami luka-luka.
Sejumlah kecelakaan maut pada Mei didominasi insiden yang melibatkan kendaraan berat, terutama truk. Selain itu, kecelakaan juga terjadi di jalur Pantura, kawasan Gempol, Prigen, Rejoso hingga jalur wisata Bromo yang mengakibatkan banyak korban jiwa.
Memasuki Juni, jumlah kejadian menurun menjadi delapan kecelakaan. Namun, angka fatalitas masih cukup tinggi. Dalam sebulan, enam orang meninggal dunia dan delapan orang mengalami luka-luka.
Pada Juli, hingga data terakhir yang dihimpun Tim Redaksi WartaBromo, tercatat enam kejadian kecelakaan dan insiden keselamatan yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia serta dua orang mengalami luka-luka.
Jika dilihat dari karakteristik peristiwanya, mayoritas kecelakaan fatal melibatkan kendaraan berat, mulai dari truk kontainer, dump truk, truk tangki, truk wing box hingga truk bermuatan kayu. Sementara berdasarkan lokasi, jalur Pantura Pasuruan menjadi titik yang paling sering muncul dalam pemberitaan kecelakaan, disusul kawasan Gempol, Pandaan, Rejoso, Prigen, serta jalur wisata Tosari-Bromo.
Dari total 48 korban yang tercatat selama tiga bulan, sekitar 58 persen di antaranya meninggal dunia, sedangkan 42 persen lainnya mengalami luka-luka. Tingginya angka tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas masih menjadi tantangan besar di Pasuruan. (don)


















