Sehari Sebelum Mundur, Kepala BGN Laporkan Pembenahan Program MBG ke Presiden Prabowo

22

Pasuruan (WartaBromo.com) – Sehari sebelum mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang masih aktif menjalankan tugas dan melaporkan berbagai pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Presiden Prabowo Subianto.

Hal itu diungkapkan Nanik melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @nanik_deyang, Selasa (21/7/2026). Dalam unggahan tersebut, ia menceritakan kehadirannya pada Taklimat Presiden dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara.

Menurut Nanik, Presiden Prabowo memberikan arahan agar tata kelola Program Makan Bergizi Gratis dibenahi secara menyeluruh. Selain itu, pemerintah juga diminta melakukan refocusing penerima manfaat agar bantuan benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.

“Dalam rapat ini Bapak Presiden mengarahkan agar tata kelola program MBG dibenahi secara menyeluruh, serta melakukan refocusing penerima manfaat agar benar-benar tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan intervensi gizi,” tulis Nanik.

Dalam kesempatan tersebut, Nanik juga mengaku melaporkan kondisi kesehatannya kepada Presiden. Ia menyampaikan bahwa dirinya baru saja keluar dari rumah sakit sehingga tidak dapat menghadiri rapat terbatas bersama Presiden pada 15 Juli 2026.

Meski masih menjalani pengobatan lanjutan, Nanik menyebut kondisinya telah membaik sehingga dapat kembali menjalankan tugas sebagai Kepala BGN.

“Alhamdulillah kini saya sudah bisa kembali bertugas meski masih ada pengobatan lanjutan,” tulisnya.
Pernyataan itu kini menjadi sorotan karena hanya berselang sehari kemudian, Rabu (22/7/2026), Nanik mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Kepala BGN untuk fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Dalam laporannya kepada Presiden, Nanik juga memaparkan sejumlah langkah pembenahan tata kelola Program MBG yang mulai diterapkan BGN. Salah satunya ialah kebijakan tidak menyalurkan MBG saat masa libur sekolah, baik kepada siswa maupun kelompok penerima lainnya. Kebijakan tersebut, menurutnya, mampu menghasilkan efisiensi anggaran yang cukup besar.

Nanik menyebut efisiensi mencapai sekitar Rp17,5 triliun, terdiri atas sekitar Rp3 triliun dari insentif mitra dan Rp14,5 triliun dari penyaluran MBG selama masa libur. Selain itu, BGN juga mulai melakukan refocusing penerima manfaat serta memperketat penilaian terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurut Nanik, Presiden Prabowo mendukung berbagai langkah pembenahan tersebut dan meminta seluruh jajaran tidak ragu mengambil keputusan selama bertujuan memperbaiki sistem.

“Pak Presiden setuju dengan semua perbaikan dan meminta kita tidak takut mengambil keputusan sejauh semuanya untuk perbaikan serta memperbaiki seluruh sistem dan tata kelola yang ada,” tulisnya.

Unggahan tersebut menjadi catatan terakhir Nanik mengenai aktivitasnya sebagai Kepala BGN sebelum akhirnya mengumumkan pengunduran diri dengan alasan kesehatan pada keesokan harinya. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.