Rencana Bangun RSUD Purwodadi Lewat Utang Jadi Polemik, Ini Kata Warganet

27

Bangil (WartaBromo.com) – Rencana Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp363 miliar untuk membiayai pembangunan RSUD Purwodadi dan dua proyek strategis lainnya memicu beragam tanggapan dari warganet.

Di berbagai platform media sosial WartaBromo, mulai TikTok, Instagram hingga Facebook, masyarakat menyampaikan pandangan yang beragam. Ada yang mendukung karena menilai keberadaan rumah sakit baru memang dibutuhkan, namun tidak sedikit pula yang mempertanyakan urgensi proyek hingga skema pembiayaan melalui utang.

Di TikTok, sejumlah warganet menyoroti besarnya pinjaman yang akan diajukan. Akun @eluna misalnya, mempertanyakan besaran cicilan yang nantinya harus ditanggung pemerintah daerah.

Piro ngunu iku angsurane gus?” tulisnya.

Sementara itu, akun @Kaji Melon mengaku khawatir pinjaman tersebut berpotensi disalahgunakan.

“Tolong jangan dipinjami ntar pasti dikorupsi,” komentarnya.

Komentar lain datang dari akun @Dedy Setiawan yang menilai persoalan layanan kesehatan tidak hanya soal penambahan rumah sakit, tetapi juga kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan BPJS.

“Percuma bangun rumah sakit wong loro gawe BPJS ae angel,” tulisnya.

Di Instagram, sebagian warganet justru menyambut positif rencana pembangunan RSUD Purwodadi. Akun @hagiameyda menilai fasilitas kesehatan tersebut akan memudahkan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Pasuruan.

“Saya setuju saja untuk RSUD Purwodadi ini, karena untuk wilayah selatan mau ke Bangil kejauhan,” tulisnya.

Namun ada pula yang mempertanyakan alasan pembangunan rumah sakit baru. Akun @rzqaprlynt menanyakan kondisi keterisian ruang rawat inap di rumah sakit yang sudah ada.

“Sedarurat apa ruangan rawat inap di Pasuruan?” tulisnya.

Sementara akun @diansa212 meminta pemerintah lebih dulu membenahi pelayanan publik sebelum menjalankan proyek besar.

“Pasuruan pegawai pemkab tuh benerin dulu dari hal mendasar, jam 12 siang udah tutup pelayanan publik. Lalu apakah sudah analisa seprioritas apa bangun RSUD di Purwodadi atau cari proyek saja?” tulisnya.

Di Facebook, kritik juga datang dari akun @elang delapanenam yang menilai pemerintah sebaiknya tidak berutang apabila kemampuan anggaran daerah masih terbatas.

“Ngapain utang, kalau gak mampu ya seadanya dulu. Lagian yang dibangun bukan prioritas menurut saya,” tulisnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemkab Pasuruan berencana mengajukan pinjaman daerah senilai Rp363 miliar untuk membiayai pembangunan RSUD Purwodadi, revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan, serta revitalisasi Objek Wisata Banyubiru. Pinjaman tersebut direncanakan menggunakan tenor 10 tahun dan menjadi bagian dari upaya menutup defisit APBD Tahun Anggaran 2027. (Jun)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.