Probolinggo (WartaBromo.com) – Penutupan wisata Bromo secara mendadak akibat kebakaran membuat wisatawan kaget dan kecewa. Namun karena sudah memesan perjalanan jauh hari, mereka memilih tetap tinggal dan menikmati suasana alam Bromo dari jarak aman.
Kebakaran juga sempat membuat sejumlah turis ketakutan karena cahaya merah kobaran api terlihat jelas dari kawasan Cemoro Lawang.
Proses pemadaman kebakaran hutan di kawasan Kaldera Bromo masih terus berlangsung menggunakan helikopter maupun dilakukan secara manual.
Di pintu masuk Cemoro Lawang, Probolinggo, Jawa Timur, ratusan wisatawan lokal maupun mancanegara memilih tetap tinggal, meski sempat kecewa karena pengumuman penutupan wisata dilakukan secara mendadak.
Mereka kini hanya bisa menikmati keindahan Bromo dari kejauhan, seperti di kawasan Cemoro Lawang maupun Seruni Point.
Meski hanya dapat menikmati panorama dari kejauhan, para wisatawan mengaku tetap senang dan merasa rasa kecewa mereka sedikit terobati.
Pesona eksotis Bromo dengan panorama alamnya tetap berhasil memikat para wisatawan. Hembusan angin sejuk dan suasana pegunungan yang menenangkan menjadi penghibur di tengah batalnya rencana menjelajahi kawasan Bromo.
Endang Susilowati, wisatawan asal Mojokerto bilang, dirinya sudah merencanakan liburan ini jauh hari.
“Pokoknya sudah bisa melihat pemandangan Bromo sudah senang,” katanya, Senin (10/8/26).
Sementara itu, kobaran api yang sempat melahap savana Bromo pada Sabtu malam juga membuat wisatawan asing ketakutan.
Hal itu dirasakan Melanie Monnot dan Axel Beriel, wisatawan asal Prancis. Saat pertama kali tiba, mereka langsung disambut langit yang gelap dengan cahaya merah kobaran api di kawasan savana Bromo.
“Aku sedikit takut karena melihat api dari bukit. Kami khawatir api akan sampai ke Cemoro Lawang, tetapi tampaknya masih aman dan terkendali. Aku datang kemarin dan akan pergi besok. Kami juga belum tahu alternatif yang diberikan pemandu wisata. Tadi pagi kami sempat melihat matahari terbit dari atas bukit, dan rencananya sore ini ingin melihat matahari terbenam, meski belum pasti,” kata Axel, dalam bahasa Inggris.
Penutupan kawasan wisata Bromo sendiri hingga kini belum dipastikan kapan akan berakhir. Selama penutupan berlangsung, wisatawan hanya dapat menikmati panorama Bromo dari Bukit Cemoro Lawang, Seruni Point, dan Mentigen.
Meski kawasan wisata ditutup, panorama matahari terbenam di Bromo masih tetap memukau. Semburat jingga di ufuk barat menghiasi langit senja, namun terlihat pula garis asap putih di bawah Bukit Penanjakan yang menandakan kebakaran masih terjadi di sejumlah titik.
Sementara itu, kobaran api besar yang sempat viral pada Sabtu malam kini telah berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan. Meski demikian, sejumlah titik api baru masih terus diupayakan pemadamannya, baik menggunakan helikopter maupun secara manual. (lai/saw)




















