Kebakaran Bromo Meluas, Lima Titik Api Terdeteksi dan Bergerak ke Bukit Kingkong

13

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) wilayah Kabupaten Pasuruan kembali meluas. Setelah sebelumnya menjalar hingga kawasan Bukit Cinta, api kini terpantau bergerak ke arah Bukit Kingkong, Rabu (12/8/2026) malam.

Perkembangan terbaru tersebut terpantau melalui siaran langsung TikTok Bromo Majestic. Kobaran dan kepulan asap terlihat di kawasan perbukitan Bromo, menunjukkan bahwa titik kebakaran masih belum sepenuhnya terkendali.

Sebelumnya, kebakaran telah melanda kawasan Dingklik hingga Penanjakan dan kemudian merembet ke sekitar Bukit Cinta. Kondisi vegetasi yang mengering serta embusan angin membuat api berpotensi terus bergerak ke kawasan lain.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, hingga Rabu siang sedikitnya terdapat lima titik api yang terpantau dari udara melalui operasi helikopter water bombing.

“Jadi hari ini masih terjadi kebakaran. Utamanya yang paling parah ini adalah di sekitar daerah Dingklik, di sekitar Penanjakan itu. Di sekitar situ ada lima titik spot kebakaran sebagaimana yang kita dapatkan dari visual helikopter water bombing,” ujar Sugeng.

Pemadaman dilakukan secara simultan melalui jalur darat dan udara. BPBD Kabupaten Pasuruan mengerahkan enam armada tangki dan enam mobil pemadam kebakaran, dengan dukungan personel serta armada dari sejumlah daerah lain.

“Pemadaman dilakukan baik secara manual maupun menggunakan helikopter water bombing. Tiga helikopter sudah beberapa kali melakukan pemadaman dari udara,” jelasnya.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala serius, salah satunya keterbatasan sumber air. Jarak sumber air dari lokasi kebakaran membuat proses pengisian armada membutuhkan waktu cukup lama.

Selain itu, Ranu Pani di Kabupaten Lumajang yang sebelumnya menjadi salah satu sumber air untuk operasi water bombing kini tidak dapat digunakan.

“Ranu Pani itu untuk sumber air sedang close. Jadi kita memilihkan beberapa alternatif di Kabupaten Pasuruan, termasuk di Ranu Grati,” ungkap Sugeng.

BPBD Kabupaten Pasuruan kini berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan pemerintah desa setempat untuk menyiapkan Ranu Grati sebagai salah satu alternatif sumber air bagi helikopter water bombing.

Sebelum digunakan, lokasi tersebut harus terlebih dahulu disurvei untuk memastikan akses dan teknis pengambilan air dapat dilakukan dengan aman dan efektif.

“Kami sedang koordinasi dengan Dinas Pariwisata maupun pemerintah desa setempat sudah diizinkan, hanya saat ini perlu dilakukan survei sehingga nanti mungkin memudahkan untuk pengambilan,” terangnya.

Di tengah upaya pemadaman, perkembangan titik api juga terus berubah. Sugeng menyebut sejumlah titik yang sebelumnya sempat padam kembali muncul, sementara titik baru juga terdeteksi.

Kondisi tersebut diduga dipengaruhi angin yang cukup kencang. Angin yang berembus dari barat ke timur berpotensi membawa bara dan api menuju kawasan lain.

“Titiknya ini ada yang kemarin sudah padam muncul kembali, sehingga menjadi lima titik ini. Tadi pagi baru sekitar satu dua titik, tetapi perkembangan sekarang sudah ada lagi titik-titik baru. Mungkin karena angin,” kata Sugeng.

Sementara itu, luas kawasan yang terdampak kebakaran hingga kini belum dapat dipastikan. Berdasarkan informasi sementara dari pihak TNBTS melalui Dandim, luas area terbakar disebut telah mencapai lebih dari 800 hektare dan masih berpotensi bertambah.

“Untuk berapa hektare kami belum tahu secara pasti. Kemarin dari TNBTS melalui Pak Dandim menyampaikan lebih dari 800. Sekarang ini masih berkembang, jadi mungkin bisa lebih,” ujarnya.

Kondisi kebakaran yang hingga malam ini terus meluas membuat tim gabungan masih fokus melakukan pengendalian agar api tidak menjalar lebih jauh ke kawasan konservasi.

Di sisi lain, keberadaan helikopter water bombing juga menjadi perhatian karena armada tersebut dijadwalkan digunakan untuk membantu penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan.

BPBD Kabupaten Pasuruan akan kembali berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur agar dukungan helikopter dapat dimaksimalkan selama masih dibutuhkan untuk pemadaman di kawasan Bromo.

Hingga Rabu malam, kebakaran belum sepenuhnya padam. Setelah sebelumnya terpantau di kawasan Bukit Cinta, perkembangan terbaru menunjukkan api telah merembet ke arah Bukit Kingkong.

Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dari darat dan udara, sembari mencari sumber air alternatif untuk memastikan operasi water bombing dapat terus dilakukan. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.