Karhutla Masih Ada di Bukit Kingkong, Water Bombing Dipusatkan di Tosari

4

Pasuruan (WartaBromo.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah berdampak pada area sekitar 1.069,80 hektare. Hingga Kamis (13/8/2026), penanganan masih difokuskan di wilayah Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.

Juru Bicara sekaligus Kepala Penerangan Satgas Karhutla Sektor Korem 083/Bdj, Mayor Kav Aan Jauhari, mengatakan titik api aktif saat ini terkonsentrasi di kawasan Bukit Kingkong, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.

Api dari kawasan tersebut juga dilaporkan telah menjalar hingga Point Seruni di Kabupaten Probolinggo. Sementara kawasan P30 dan Penanjakan Probolinggo tidak ditemukan titik api baru.

Untuk mempercepat pemadaman, operasi water bombing dipusatkan di Tosari Kompleks, Kabupaten Pasuruan, dengan sasaran penanganan kebakaran di sekitar Bukit Kingkong.

Hingga saat ini, water bombing telah dilaksanakan sebanyak 6 sortie dengan total 29 kali run.

“Fokus penanganan saat ini berada di Bukit Kingkong Kabupaten Pasuruan dan Point Seruni Kabupaten Probolinggo,” ujar Aan.

Selain water bombing, pemadaman dilakukan melalui jalur darat. Petugas dikerahkan dari berbagai sisi lereng sekaligus melakukan penyekatan untuk mencegah api semakin meluas.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariadi, mengatakan personel BPBD bersama unsur terkait masih disiagakan untuk mendukung proses pemadaman di kawasan Bukit Kingkong.

Menurut Sugeng, personel di lapangan terus melakukan pemantauan dan membantu proses penanganan sesuai kondisi di lokasi. Kesiapsiagaan dilakukan untuk mengantisipasi perubahan arah rambatan api serta memastikan penanganan dapat segera dilakukan apabila terdapat titik api yang berpotensi meluas.

“Masih ada asap di bukit kingkong, personel tetap kami siagakan untuk proses pemadaman dan penanganan,” kata Sugeng.

Sebanyak 981 personel gabungan dikerahkan dalam penanganan karhutla TNBTS. Mereka terdiri dari unsur TNI, Polri, BNPB/BPBD, TNBTS, Perhutani, Damkar, Manggala Agni dan relawan.

Kekuatan tersebut tersebar di empat wilayah, yakni 320 personel di Pasuruan, 488 personel di Probolinggo, 87 personel di Malang dan 86 personel di Lumajang.

Aan menjelaskan, penanganan masih menghadapi sejumlah kendala. Medan yang berada di kawasan pegunungan dengan lereng terjal membuat akses menuju titik api sulit. Kabut juga membatasi jarak pandang dan pelaksanaan water bombing, sementara sumber air relatif terbatas dan berada cukup jauh dari lokasi kebakaran.

Karena itu, Satgas terus memaksimalkan water bombing, pemadaman darat, patroli berlapis serta pemantauan menggunakan drone dan satelit melalui SIPONGI.

Sementara kondisi wilayah Malang-Batu dan Lumajang secara umum masih terkendali. Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul titik api baru.

Satgas kini memprioritaskan pemadaman di Bukit Kingkong, Pasuruan, serta penanganan rambatan api di Point Seruni, Probolinggo, sekaligus melakukan penyekatan agar kebakaran tidak kembali meluas di kawasan TNBTS. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.