Bukan Sekadar Ngopi, Prigen Coffee Fest 2026 Satukan Kopi, UMKM dan Ekonomi Kreatif

12

Prigen (WartaBromo.com) – Aroma kopi mulai menguar dari lereng Prigen. Menjelang pelaksanaan Prigen Coffee Fest 2026, rangkaian kegiatan pra-event digelar untuk membangun antusiasme sekaligus mengenalkan lebih dekat potensi perkopian di Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan bertajuk Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026 menjadi ruang pertemuan bagi pelaku kopi, media, content creator, coffee partner hingga komunitas untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar kopi.

Kopi dalam kegiatan ini tidak sekadar dipandang sebagai produk yang disajikan dalam secangkir minuman. Lebih dari itu, kopi menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas hingga potensi ekonomi lokal yang berada di baliknya.

Dalam pra-event tersebut, peserta diajak mengenal aktivitas pengolahan dan penyajian kopi, termasuk teknik dasar dalam membuat minuman kopi.

Salah satu sosok yang turut hadir yakni Donny Kusuma, beverage expert dengan pengalaman sekitar 18 tahun sekaligus salah satu juri kompetisi es kopi susu dalam Prigen Coffee Fest 2026.

Donny menekankan bahwa kompetisi kopi seharusnya tidak hanya dilihat sebagai ajang mencari pemenang. Menurutnya, kompetisi juga menjadi ruang untuk belajar dan mengeksplorasi rasa.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah balancing atau keseimbangan rasa antara kopi, susu dan elemen lain dalam minuman.

“Minuman enak itu minuman yang seimbang,” menjadi prinsip yang ia tekankan dalam proses meracik minuman kopi.

Menurut Donny, tidak ada formula instan untuk menghasilkan racikan terbaik. Barista maupun peserta kompetisi perlu terus berlatih dan mencoba berbagai rasio bahan hingga menemukan karakter rasa yang sesuai.

Sementara itu, Direktur CV Abipraya Cempaka Anggeng, Tri Cahyono Putra, menyebut Prigen Coffee Fest tidak ingin berhenti sebagai kompetisi kopi.

Festival tersebut diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. Di dalamnya terdapat unsur budaya, UMKM dan ekonomi kreatif yang dapat saling terhubung.

“Prigen Coffee Fest bukan sekadar kompetisi kopi, tetapi ruang tumbuh ekosistem dari hulu ke hilir,” ujarnya.

Ia juga berharap media ikut mengambil peran dalam mengenalkan berbagai potensi lokal Kabupaten Pasuruan. Bukan hanya kopi, tetapi juga wisata dan produk-produk kreatif masyarakat.

Tak Sekadar Kompetisi

Prigen Coffee Fest 2026 juga disiapkan sebagai pesta komunitas. Sejumlah kegiatan pendamping atau side event akan mewarnai festival dan dapat diikuti secara gratis.

Pengunjung nantinya dapat menikmati hiburan musik dari Alternative Rockopi, NoeCoustik dan Tropical Forest.

Ada pula awarding pelatihan barista Kabupaten Pasuruan bersama PCC, edukasi kopi di stand Ekowisata Alas Pinggan, hingga edukasi satwa dan biodiversitas melalui kolaborasi Skena Alas Gamoh bersama Biologi ITS.

Program CITASAMA juga akan menjadi ruang untuk membuka inspirasi kolaborasi.

Tak kalah menarik, festival ini juga menghadirkan penjualan biji kopi secara langsung dari petani lokal. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan produk dari tingkat petani dengan masyarakat dan penikmat kopi.

Melalui Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026, semangat menuju festival utama mulai dibangun. Kopi diharapkan tidak hanya berhenti sebagai minuman, tetapi menjadi medium untuk mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, kreator, media dan masyarakat.

Prigen pun bersiap menjadikan kopi sebagai panggung untuk mempertemukan tradisi, kreativitas dan ekonomi lokal dalam satu festival. (*)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.