Sungai Kandangjati Dibersihkan, Upaya Tekan Risiko Banjir di Kraksaan

9

Kraksaan (WartaBromo.com) – Tumpukan sampah dan sedimen di aliran sungai menjadi salah satu persoalan yang dapat menghambat kelancaran aliran air dan meningkatkan risiko genangan. Kondisi itu mendorong sejumlah pihak turun langsung membersihkan Sungai Kandangjati di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Gerakan Angkat Sampah dan Sedimen (GASS) digelar di sepanjang aliran Sungai Kandangjati, khususnya kawasan sekitar PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 130 peserta. Mereka berasal dari Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Dinas Lingkungan Hidup, Kecamatan Kraksaan, Kelurahan Kraksaan Wetan, Desa Kebonagung, serta PT HM Sampoerna Tbk SKT Plant Kraksaan.

Kegiatan diawali dengan seremoni di Pendopo Kecamatan Kraksaan. Setelah itu, peserta bergerak menuju sungai untuk mengangkat sampah sekaligus membersihkan sedimen yang mengendap di aliran air.

Manager Production and Quality PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan, Yunita Sari Dewi, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga kebersihan sungai. Pembersihan juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko terkait sumber daya air di sekitar kawasan perusahaan.

Menurut dia, keberadaan sampah di aliran sungai dapat mengganggu fungsi saluran air, terutama ketika debit meningkat saat hujan.

“Yang ingin kami dorong bukan hanya sungainya menjadi bersih, tetapi bagaimana aliran air tetap terjaga sehingga potensi genangan dan banjir bisa ditekan. Karena itu, penanganannya membutuhkan keterlibatan bersama,” kata Yunita.

Ia menjelaskan, kegiatan GASS merupakan bagian dari rangkaian persiapan resertifikasi Alliance for Water Stewardship (AWS) PT HM Sampoerna Tbk Plant Kraksaan. Penerapan standar tersebut tidak hanya dilakukan di lingkungan pabrik, tetapi juga mencakup kawasan sekitar operasional perusahaan.

“Sampah merupakan salah satu risiko terhadap sumber daya air yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, kami berupaya membangun kesadaran bersama agar masyarakat tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” ujarnya.

Camat Kraksaan Puja Kurniawan mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan sungai dan saluran air memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama dalam mengantisipasi genangan ketika hujan turun.

“Ketika sampah menumpuk dan sedimen tidak ditangani, kapasitas aliran bisa terganggu. Karena itu, menjaga sungai tetap bersih menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko banjir,” kata Puja.

Ia menilai persoalan kebersihan sungai tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan perlu terlibat secara berkelanjutan.

“Menjaga sungai bukan pekerjaan sesaat. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah ke sungai,” ujarnya.

Selain mengangkat sampah dan sedimen, kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum meningkatkan kepedulian terhadap keberlanjutan sumber daya air.

Peserta yang mengenakan atribut bernuansa merah putih juga membawa semangat berbeda dalam kegiatan lingkungan tersebut. Aksi digelar bertepatan dengan momentum menjelang peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui pembersihan Sungai Kandangjati, para pihak berharap aliran air tetap berfungsi dengan baik sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai secara berkelanjutan.

Bagi kawasan perkotaan dan permukiman, sungai yang terawat bukan hanya persoalan estetika. Kelancaran aliran air menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi potensi genangan ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi. (saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.