Hujan, Lumpur, dan Merah Putih: Cerita Paskibraka Tutur Menuntaskan Tugas

14

Tutur (WartaBromo.com) – Hujan deras mengguyur Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Senin (17/8/2026). Lapangan tempat upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI perlahan berubah becek.

Lumpur memenuhi permukaan lapangan, membuat langkah menjadi lebih berat.

Namun, di tengah suasana itu, ada satu hal yang tetap terjaga: semangat para Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Kecamatan Tutur.

Mengenakan seragam lengkap, para anggota Paskibra 17,8,45 tetap menjalankan tugas mereka. Hujan yang turun tak membuat barisan mereka berhenti.

Dengan langkah hati-hati di atas lapangan yang licin dan berlumpur, mereka terus bergerak menjalankan setiap tahapan pengibaran Sang Merah Putih.

Bagi sebagian warga yang menyaksikan, pemandangan itu menjadi momen yang sayang untuk dilewatkan. Beberapa di antaranya bahkan mengeluarkan ponsel dan mengabadikan perjuangan para petugas tersebut.

Tak ada lapangan yang kering. Tak ada cuaca yang bersahabat. Tetapi tugas yang sudah dipersiapkan melalui latihan panjang tetap harus dituntaskan.

Javier Ahnaf Fachruddin, salah satu petugas, mengatakan keputusan untuk tetap menjalankan tugas dilakukan selama kondisi masih memungkinkan dan aman.

“Bagi kami saat itu, selama kondisi masih memungkinkan dan kami masih bisa menjalankan tugas dengan aman, kami harus tetap melaksanakan tanggung jawab yang sudah dipercayakan kepada kami. Kami sudah berlatih dan mempersiapkan diri untuk menjalankan tugas ini dalam situasi dan kondisi apapun,” kata Javier, Selasa (18/8/2026).

Wahyuni Alshavanirka Elbana dan M. Orion Gibran Sahreza juga merasakan hal yang sama.

Di balik seragam yang basah dan sepatu yang harus menapak lumpur, terselip rasa bangga karena mampu menyelesaikan tugas yang telah dipercayakan kepada mereka.

Hingga akhirnya, prosesi pengibaran selesai. Merah Putih tetap berkibar di tengah hujan, sementara para petugas Paskibra berhasil menuntaskan tugas mereka dengan baik.

Bagi mereka, upacara kemerdekaan tahun ini mungkin akan menjadi kenangan yang berbeda.

Bukan sekadar tentang barisan, aba-aba, dan pengibaran bendera, tetapi juga tentang bagaimana sebuah tanggung jawab tetap dijalankan ketika keadaan tidak berjalan sesuai rencana.

Camat Tutur, Hendi, turut mengapresiasi perjuangan para petugas Paskibra. Ia mengaku bangga melihat semangat mereka yang tetap bertahan meski hujan deras membuat lapangan penuh lumpur.

“Kami bangga dengan kerja keras anak-anak Paskibra. Meskipun hujan dan kondisi lapangan becek, mereka tetap menyelesaikan tugas dengan baik,” ujar Hendi. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.