Pasien Balik Kucing saat Dokter Berdemo

259
Dalam aksi solidaritas di RSUD Bangil, para dokter menggalang koin untuk dr Ayu, Rabu (27/11)/ G Arif Subagyo

Bangil (wartabromo) – Aksi demo seratusan dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pasuruan di RSUD Bangil menyita perhatian para pengunjung. Beberapa pasien yang berniat berobat juga mengaku tidak dapat pelayanan karena para dokter sibuk dengan aksi solidaritas untuk dr Dewa Ayu Sasiary, sejawatnya yang dipenjara 10 bulan karena kasus salah penanganan pasien.

Pantauan di lokasi, Rabu (27/11/2013), di saat para dokter tengah semangat berorasi, beberapa pasien yang berniat berobat maupun kontrol penyakit terpaksa kembali pulang. Wajah mereka tampak kecewa dan sedih karena gagal berobat.

“Loketnya tutup jadi saya balik,” kata Makruf (43) salah seorang pasien saat dipapah istrinya ke tempat parkir motor.

Sementara beberapa pasien lain yang datang untuk berobat tidak langsung masuk kerena di pintu lobi dijadikan tempat demo. Beberapa diantaranya pulang, sementara yang lain menunggu hingga demo usai.

“Pak saya pasien Jamkesmas, mau periksa,” kata seorang pasien perempuan kepada salah seorang dokter usai demo berlangsung. Dokter tersebut kemudian mempersilahkan pasien tersebut masuk ke loket.

Ketua IDI Kabupaten Pasuruan, dr Saiful Anam, mengatakan meski para dokter demo tetap melayani pasien emergency. Sementara untuk pasien umum, diminta menunggu sampai demo usai.

“Untuk pelayanan umum kami minta menunggu sampai demo selesai, tapi banyak pasien yang tak mau menunggu dan pulang. Tapi untuk emergency tetap kita utamakan,” kata Saiful.

Kabid Pelayanan dan Perawatan RSUD Bangil, drg Diah Retno Lestari, mengatakan meski ada demo, pelayanan tetap berlangsung seperti biasa. “Tetap. Tadi pas ada demo saya sibuk memanggil dokter yang ada pasien,” kata Diah.

Aksi solidaritas nasional untuk dr Ayu dkk berlangsung serentak di beberapa berbagai daerah. Para dokter menuntut pembebasan dr Ayu dan rekannya karena tidak bersalah.

Dalam aksi di RSUD Bangil itu, para dokter berorasi, membaca puisi dan menggelar aksi ‘Koin Untuk dr Ayu’. (fyd/fyd)