Tuman yang Tetap Tertawa Meski Di-bully

3013
Semenjak meme Tuman mendadak viral di jagat maya beberapa waktu lalu, Tuman asal Pasuruan menjadi sorotan. Namanya jadi bahan candaan, bahkan tak jarang juga menjadi bahan perundungan (bullyan).

Laporan: Ardiana Putri

MEME Tuman belakangan hits wara-wiri dijadikan status di media sosial. Meme yang memperagakan ilustrasi dua orang menampar ini berisi berbagai macam sindiran, yang bisa digonta-ganti sesuai kata hati pembuatnya.

Minjem uang lancar, giliran ditagih kayak orang bego, Tuman!!! PLAKKKK,” isi salah satu meme Tuman lalu dilustrasi dengan tamparan.

Mencuatnya meme ini ternyata juga berimbas pada kehidupan salah satu warga asal Pasuruan yang bernama Tuman. Ia merupakan warga Dusun Doyong Selatan, Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan.

WartaBromo pun berkesempatan menemui Tuman, yang kini jadi bahan perbincangan. Keluarga Tuman menyambut hangat kedatangan WartaBromo pada Rabu, (20/3/2019) siang. Ternyata Tuman yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu masih berkutat di sawahnya hingga sore hari. WartaBromo kemudian menunggunya sembari berbincang dengan anak-anak Tuman.

Tak berselang lama, Tuman datang. Dari perbincangan yang selalu dibumbui dengan tawa, terungkap berbagai fakta tentang apa yang dirasakan Tuman setelah namanya berseliweran di sosial media. Mulai dari alasan pemberian nama Tuman, hingga ia merasa sering dijadikan bahan bullyan.

“Belakangan ini mulai dari anak kecil sampai orang dewasa, kalau ketemu saya entah di kuburan, di sawah bahkan di warung kopi seperti ngeledek saya dengan memanggil Tuman, bahu saya juga diceples-ceples (ditepuk) ya saya kaget,” ungkap kakek lima cucu ini.

Kakek yang juga juru kunci di pemakaman sekitar tempat tinggalnya ini awalnya sedikit merasa terganggu dengan hal itu. Tuman sempat malas untuk keluar rumah demi menghindari orang-orang yang bakal membully-nya.

“Pas lihat saya orang-orang itu tertawa terus diolok-olok, saya ya tidak paham maksud mereka,” imbuh Tuman.

Selidik punya selidik, Tuman baru memahami saat keluarganya memberitahunya bahwa meme-meme Tuman sudah berseliweran di media sosial. Ternyata itulah penyebab Tuman Sukorejo ini jadi bahan candaan para tetangganya.

Tuman juga menceritakan asal mula nama uniknya itu. Ibunya sengaja memberinya nama Tuman lantaran pria kelahiran 15 September 1958 ini lahir pada Sabtu Wage. Saat itu ibunya beranggapan jika anak yang lahir pada weton tersebut akan tumbuh menjadi anak yang banyak tingkah, maka dipilihlah nama Tuman agar kelak tingkah polahnya lebih bisa diatur.

Kembali soal sikap orang kepadanya saat ini, Tuman lambat laun lebih bisa menerima perlakuan terhadapnya.

Kadung diilokno tuman, wis biasa saiki (terlanjur diledekin tuman, sekarang sudah terbiasa,” ujar kakek kocak ini diiringi tawa.

Arti kata tuman dalam Kamur Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti kebiasaan, suka atau gemar. Namun istilah ini biasanya digunakan dalam perbuatan yang negatif. Ditambah lagi, biasanya yang menggunakan istilah Tuman adalah warga yang menggunakan Bahasa Jawa, khususnya Jawa Timur dan Jawa Tengah. (*)