Bawaslu Petakan Titik Rawan Pemilu 2019 di Pasuruan

0
886
M. Nasrup, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan. Foto: Ardiana Putri.

Pasuruan (wartabromo.com) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasuruan memetakan titik rawan timbulnya masalah saat Pemilu 2019. Indikasi kerawanan tersebut di antaranya tindak kriminalitas hingga praktik politik uang pada masa tenang.

M. Nasrup, Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan mengatakan, pihaknya telah melakukan upaya pemetaan terhadap daerah titik rawan adanya masalah maupun kecurangan saat Pemilu berlangsung. Hal tersebut dilakukan mengingat adanya potensi pelanggaran yang dimungkinkan terjadi.

“Kami sudah petakan titik-titik mana saja yang dimungkinkan terjadi masalah maupun kecurangan,” ungkap Nasrup, Minggu (14/4/2019).

Pihaknya mencatat total ada 250 titik rawan masalah yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan. Penentuan titik rawan dilakukan berdasarkan data yang sudah ada sebelumnya maupun penentuan baru yang dilakukan Bawaslu.

“Seperti kategori rawan terjadinya masalah karena adanya kemungkinan ketidaknetralan penyelenggara Pemilu, adanya serangan fajar saat masa tenang, kriminalitas, maupun intimidasi,” imbuh Nasrup.

Kategori indikasi adanya politik uang seperti serangan fajar tersebar di hampir seluruh wilayah kecamatan Kabupaten Pasuruan Seperti di Pasrepan, Nguling, Gempol, Purwodadi, Prigen, Bangil, Grati, Rembang, Puspo, Purwosari, Winongan, Kraton dan Tosari.

Terkait kerawanan netralitas penyelenggaran Pemilu, Bawaslu memetakannya di beberapa titik. Seperti di Pasrepan, Purwosari, Sukorejo dan Grati.

Kemudian kategori dimungkinkan terjadi tindak kriminal terjadi di Pasrepan, Kejayan, Prigen dan Lekok. Selain itu juga ada kerawanan intimidasi, yang tercatat di sejumlah titik tersebar di Pasrepan, Bangil, Gempol, Purwodadi, Puspo, Sukorejo, Pohjentrek, Winongan dan Grati.

Kerawanan lantaran letak geografis yakni medan berat atau pegunungan, tersebar di Pasrepan, Purwodadi, Grati, Tutur, Lumbang, Puspo, Sukorejo, Prigen, Gempol, Winongan dan Lekok.

Selanjutnya, berdasarkan daerah rawan banjir tersebar di Sembilan kecamatan seperti Gempol, Beji, Bangil, Kraton, Pohjentrek, Rejoso, Grati, Winongan, dan Nguling.

Hanya saja belum ada penjelasan disampaikan berkenaan dengan kerawanan konflik sosial, yang bisa saja terjadi akibat perseteruan antar pendukung calon. (ptr/ono)