Ini Capaian 99 Hari Kerja Hadi Zainal Abidin-Soufis Subri di Kota Probolinggo

804

Probolinggo (wartabromo.com) – Pemerintahan Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin dan Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri genap berusia 99 hari kerja pada hari ini, Kamis (4/7/2019). Sejumlah capaian kinerja pun dipublikasikan kepada masyarakat Kota Probolinggo. Di antaranya pendidikan dan pelayanan kesehatan gratis.

Dengan mengusung Visi “Bersama Rakyat Membangun Kota Probolinggo Lebih Baik, Berkeadilan, Sejahtera, Transparan, Aman, dan Berkelanjutan” Wali Kota dan Wakil Wali Kota telah banyak membuat terobosan selama ini. Salah satunya program prioritas yang memang Ia janjikan selama masa kampanye, seperti pendidikan gratis.

Misal pada 27 Februari lalu, pasangan pimpinan dengan akronim Handal Brilian ini, deklarasi pendidikan gratis. Dimana Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan olah Raga telah mengalokasikan dana sebesar Rp. 63.287.388.600,00 untuk pendidikan gratis SD/SMP Negeri di Kota Probolinggo. Serta bersama seluruh Kepala Sekolah SD dan SMP berkomitmen memberikan layanan pendidikan yang baik demi meningkatkan mutu pendidikan.

Pemkot juga akan menghitung kecukupan anggaran dalam P-APBD 2019. Adakah kemungkinan Pemerintah Kota Probolinggo menyediakan seragam atau sepatu gratis bagi siswa SD/SMP. Wali Kota juga meminta kepada masyarakat agar melaporkan jika ada pungli-pungli dari sekolah kepada siswa.

“Laporan itu tentu harus ada buktinya, jangan hanya asumsi,” pinta Wali Kota Habib Hadi.

Pada bidang kesehatan, Habib Hadi juga telah merealisasikan pelayanan kesehatan gratis di Puskesmas. Pelayanan persalinan gratis bagi warga miskin yang tidak memiliki BPJS dan dirujuk ke rumah sakit. Peningkatan honorarium kader Posyandu dan Kader Jumantik. Pemberian makanan tambahan pada balita di Posyandu, serta pemberian honorarium pada 9 orang kader Sektap KPAD HIV.

Yang paling ditunggu-tunggu masyarakat dari bidang kesehatan ini adalah janji Wali Kota untuk membangun rumah sakit baru.

“Akan dibangun di wilayah selatan. Nanti wilayah selatan akan berkembang dengan pembangunan RS baru ini. Saat ini progres perencanaannya sudah mencapai 95 persen. Kita terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan. Saya mohon do’a dari seluruh masyarakat Kota Probolinggo,” ungkapnya.

Selain program prioritas tersebut, Handal Brilian telah berhasil menjalankan kegiatan seperti bantuan peralatan dan sembako untuk penyandang disabilitas, bantuan sembako bagi ODGJ, Pelatihan membatik dan menjahit bagi disabilitas, Bantuan Pangan Non Tunai.

Kemudian diresmikannya Unit Layanan Terpadu Penanggulangan Kemiskinan (ULT-PK). ULT PK merupakan wadah bagi masyarakat miskin untuk menerima informasi dan menyampaikan pengaduan kepada Pemerintah Kota Probolinggo.

Di bidang pelayanan administrasi, Wali Kota Habib Hadi sukses menghadirkan Mall Pelayanan Publik. Kehadiran MPP ini akan memangkas biaya dan waktu bagi masyarakat Kota Probolinggo dalam mengurus kebutuhan administrasi seperti SIM, Akte kelahiran, KTP, izin-izin usaha, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, KPP Pratama, Pajak Bumi dan Bangunan serta berbagai bentuk pelayanan Pemerintah Kota Probolinggo dan instansi vertikal.

“Kita sedang mengusahakan pelayanan imigrasi. Sudah ada disposisi dari Menteri Hukum dan HAM. Kita tunggu saja realisasinya. Semoga semuanya berjalan lancar. Nanti masyarakat kita sudah tidak perlu jauh-jauh ngurus passport ke Malang atau Surabaya,” ujar Habib Hadi.

Dalam pembinaan kampung, Habib Hadi juga menginstruksikan dibentuknya kampung-kampung tematik. Ini merupakan pengembangan dari kampung tematik yang sudah ada. Hanya saja cakupannya diperluas. Sebelumnya masing-masing Kecamatan harus punya minimal satu kampung tematik. Pada periode Habib Hadi, diwajibkan satu kelurahan memiliki kampung tematik.

Pada periode 99 hari kerja ini, semua kampung tematik sudah terbentuk dan sudah dilombakan. Hasilnya, kampung DORA (Donor Darah) di Kelurahan Triwung Lor berhasil menjadi yang terbaik. Kegiatan ini difasilitasi oleh Bappeda dan Litbang Kota Probolinggo.
Di bidang peningkatan pelayanan, Wali Kota juga meresmikan pusat pengaduan (call center) 112 yang menangani semua bentuk pengaduan darurat dari masyarakat Kota Probolinggo. Call center 112 Kota Probolinggo merupakan satu dari dua call center yang dimiliki Pemerintah Kota/Kabupaten di Jawa Timur.

Proses pengurusan santunan kematian juga dipercepat yakni 3 hari uang sudah ditransfer ke rekening masyarakat. Terkait dengan GTT/PTT, Wali Kota sudah mulai merealisasikan janjinya seperti pemberian SK Wali Kota untuk 512 PTT Sekolah, 18 orang tenaga akuntansi, dan 40 orang pengemudi mobil dinas pimpinan. ke halaman 2