Bromo Dibuka! Catat Tanggal dan Ketentuannya

1981
Wisata Bromo yang ada di Kecamatan Tosari, jadi penyokong tambahan peningkatan retribusi yang diterima Pemkab Pasuruan.

Probolinggo (wartabromo.com) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memutuskan  membuka kembali kawasan wisata Gunung Bromo pada Jumat, 28 Agustus nanti. Namun, pengunjung bakal dibatasi hanya berkisar 20 persen dari kapasitas.

Pembukaan itu, berlaku mulai pukul 13.00 WIB. “Wisata Bromo dan sekitar TN Bromo Tengger Semeru dibuka untuk umum,” kata Kepala BB TNBTS, John Kenedie pada Selasa, 25 Agustus 2020.

Dijelaskan Jhon, wisata alam Gunung Bromo dibuka setelah pihaknya mendapatkan rekomendasi dari empat pimpinan daerah yang menaunginya. Yakni Bupati Probolinggo, Pasuruan, Malang dan Lumajang.

Keputusan ini juga ditegaskan sesuai SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dan SE Dirjen KSDAE, selain hasil rapat dengan para pemangku kebijakan dan pelaku wisata di sekitar Gunung Bromo.

“Kami tetap berkoordinasi dengan satgas Covid-19 dan pemda setempat. Serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan peraturan yang berlaku,” lanjut Kepala balai.

Pihaknya, kata John, akan membatasi jumlah pengunjung di TNBTS. Wisatawan yang diizinkan sebanyak 20 persen dari total daya tampung per hari atau sekitar 739 orang.

Rinciannya, area Penanjakan sebanyak 178 orang dari total kapasitas 892 orang; area Bukit Cinta sebanyak 28 orang dari total kapasitas 141 orang; dan area Bukit Kedaluh sebanyak 86 orang dari total kapasitas 434 orang.

Kemudian area Savana Teletubbies sebanyak 347 orang dari total kapasitas 1.735 orang; dan area Mentigen sebanyak 100 orang dari total kapasitas 500 orang.

Semua wisatawan yang hendak ke Gunung Bromo wajib membeli tiket secara online di laman resmi TNBTS. “Semuanya 100 persen full booking online. Jumlah itu di luar pendakian ke Gunung Semeru. Pendakian belum kita bicarakan,” tegas John. (saw/ono)