Nama Pemuda asal Pasuruan Ini Dipakai Nama Jalan di Belanda, Siapa Dia?

5059
Nama pemuda asal Pasuruan Irawan Soejono yang dipakai sebuah jalan didi Amsterdam, Belanda. Ia dinilai berjasa melawan Nazi. Foto: Historia.id

 

Pasuruan (WartaBromo.com) – Lepas dari polemik yang melingkupinya, nama Presiden Joko Widodo (Jokowi) ditetapkan sebagai naman jalan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA) 19 Oktober 2020 lalu.

Tapi, tahukah Anda bila jauh sebelum itu nama seorang pemuda asal Pasuruan justru dipakai sebuah jalan di negeri Kincir Angin, Belanda?

Dia adalah Irawan Soejono, pemuda kelahiran Pasuruan tahun 1920 silam, yang tak lain putra Bupati Pasuruan, Raden Soejdono (1915-1927).

Sejak 4 Mei 1990 namanya dijadikan sebagai nama jalan di Belanda. Tepatnya di wilayah Osbord, Kota Amsterdam, Belanda dengan nama Irawan Soejonostraat.

Mengapa namanya sampai dipakai menjadi nama jalan di Belanda?

Irawan Soejono merupakan pemuda Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Indonesia. Meski berasal dari pribumi, ia dinilai berkiprah dalam gerakan perlawanan bawah tanah terhadap Nazi-Jerman tatkala menduduki Belanda.

Sebelumnya, Irawan tercatat sebagai mahasiswa Universitas Leiden pada tahun 1940. Setelah itu, pindah ke Amsterdam karena Universitas Leiden diduduki Nazi.

Harry A. Poeze, sejarawan yang menulis buku Di Negeri Penjajah, menjelaskan peran Irawan yang penting dalam perjuangan Belanda melawan Nazi.

Irawan diberi tugas mengurus teknis majalah bawah tanah, sekaligus sebagai direktur dan administratur. Selain itu, Henk -sapaanya- juga merupakan anggota komando pasukan Binnenlandsche Strijdkrachten (Tentara Pelajar Dalam Negeri).

“Tanggal 13 Januari 1945, Irawan Soejono ditembak mati karena mencoba melarikan diri dari razia (Tentara Nazi),” tulis Harry A. Poeze.

Oleh karena itu, untuk mengenang jasanya, Pemerintah Kota Amsterdam memberi nama Jalan di wilayahnya dengan nama seorang Pemuda Indonesia yang berjuang demi Belanda melawan tentara Nazi-Jerman.

Menurut Hendri F. Isnaeni, pemuda yang juga anak dari Raden Adipati Ario Soedjono (Bupati Pasuruan 1915-1927) ini dihargai karena perjuangan dan pengorbanannya di negeri, yang ironisnya, menjajah tanahairnya.

Jalan Irawan Soejonostraat diresmikan pada 4 Mei 1990, bersamaan dengan peringatan para pahlawan dan korban-korban pendudukan Nazi-Jerman.

“Di sebuah sudut di bilangan Osdorp, pinggiran Amsterdam, terhampar sebuah jalan yang tak terlalu panjang. Jalan itu merentang 200 meter, menghubungkan jalan Rudi Bloemgartensingel dengan Trijn Hullemanlaan,” tulisnya seperti dikutip dari historia.id (oel/asd)