Pintu Masuk via Probolinggo Dibuka, Begini Aturan Berkunjung ke Bromo

1001

Probolinggo (WartaBromo) – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuka kunjung ke wisata Gunung Bromo via pintu masuk Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo mulai Kamis, 9 September 2021.

“Objek dan daya tarik wisata alam di kawasan TNBTS melalui pintu masuk Kabupaten Probolinggo, dibuka dengan kapasitas atau kuota harian maksimal 25 persen,” sebut Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar TNBTS, Novita Kusuma Wardani dalam keterangan tertulisnya.

Pembukaan pintu masuk Probolinggo hanya berselang 3 hari dari pintu masuk Pasuruan. Di Brang Kulon, ada 3 lokasi kunjungan yang dibuka sejak Senin, 6 September. Total ada 5 lokasi kunjungan wisata Bromo yang boleh didatangi wisatawan.

Lima objek itu, titik pandang atau view point Gunung Penanjakan (222 orang per hari), Bukit Kedaluh (107 orang per hari), Bukit Cinta (31 orang per hari), Mentigen (55 orang per hari), serta Lautan Pasir dan Savana Teletubbies (319 per hari). Total kuota pengunjung sebanyak 734 orang per hari.

Peresmian pembukaan pintu masuk Probolinggo diumumkan lewat surat bernomor PG.27/T.8/BIDTEK/BIDTEK.1/KSA/9/2021 tentang Pembukaan Objek Wisata dan Daya Tarik Alam di Kawasan TNBTS Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.

Novita menyebut pembukaan kegiatan wisata Bromo di masa PPKM merujuk pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 38 Tahun 2021 Tanggal 30 Agustus 2021, Nomor 39 Tahun 2021 Tanggal 6 September 2021, Surat Edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Daerah Kabupaten Pasuruan Nomor: 100/59/COVID-19/VIII/2021 Tanggal 31 Agustus 2021, dan Keputusan Bupati Probolinggo Nomor: 188/547426.32/2021 Tanggal 7 September 2021.

“Pelaksanaan kegiatan wisata di semua lokasi kunjungan harus disertai penerapan protokol kesehatan secara ketat dan semua pengunjung wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi,” tegas Novita.

Pengunjung dan pelaku jasa wisata wajib menggunakan masker. Juga menjaga jarak saat menikmati indahnya panorama alam Gunung Bromo. Mereka juga sudah divaksin dan dalam keadaan sehat.

Kepala Subbagian Data, Evaluasi Laporan dan Hubungan Masyarakat Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, kawasan TNBTS mempunyai empat akses masuk. Tiga untuk akses ke kawasan wisata Gunung Bromo, Pasuruan, Probolinggo dan Malang. Satu pintu masuk untuk akses pendakian Gunung Semeru Lumajang.

“Saat ini, hanya 2 pintu masuk yang dibuka, yakni Pasuruan dan Probolinggo. Pintu masuk dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, belum dibuka. Menyesuaikan dengan status level PPKM di masing-masing wilayah,” ujarnya.

Ia mengatakan pengunjung via Lumajang mayoritas para pendaki yang ingin mendaki Gunung Semeru. Mereka wajib melapor di Kantor Resor TNBTS Ranupani. Pintu masuk Jemplang, Kabupaten Malang bisa mengakses ke 2 jalur. Dari wilayah Malang bisa langsung Savana Teletubbies dan Lautan Pasir Bromo, juga bisa langsung ke Ranupani jika ingin mendaki Gunung Semeru.

Penutupan terakhir dilakukan pada 3 Juli 2021 saat PPKM Darurat diterapkan. Kawasan wisata Gunung Bromo dan Gunung Semeru beberapa kali ditutup, baik karena bencana kebakaran maupun jadwal rutin pemulihan ekosistem.

“Penutupan paling banyak ya di masa pandemi Covid-19 ini. Mengikuti peraturan yang dibuat Pemerintah Pusat,” tandas Sarif. (saw/saw)