Tingkatkan Ekonomi Umat, Pemprov Jatim Dukung Pertamina Kembangkan Pertashop dan Pangkalan LPG di Pesantren

674
KERJASAMA PERTAMINA: Gubernur Khofifah didampingi Wagub Emil Dardak menyerahkan plakat pendirian pangkalan LPG kepada Ponpes Terpadu Daarul Muttaqien Surabaya.

Surabaya (WartaBromo.com) – Hari Santri juga diselenggarakan di Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, pada Jumat (22/10). Dalam momen tersebut, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, dan Regional Retail Manager PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, I Ketut Permadi Aryakumara, menyerahkan secara simbolis pendirian 2 pangkalan LPG di Pondok Pesantren Darul Fiqhi Lamongan dan Darul Muttaqin, Surabaya. Lalu, 3 Pertashop di Pondok Pesantren Hasan Genggong, Yatim Duafa serta Tebuireng.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan apresiasi dan mendukung Pertamina dalam mengembangkan unit usahanya di Pondok Pesantren. “Melalui Pertashop dan pangkalan LPG, maka program One Pesantren One Product (OPOP) diharapkan dapat berjalan dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina dan akan terus mendukung program tersebut,” ujar Khofifah.

Pendirian Pertahop di Pondok Pesantren merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh Kementerian BUMN melalui Pertamina. Menurut Area Manager Communication Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani, Pondok Pesantren merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan dan mengembangkan ekonomi ummat.

PERTASHOP: Gubernur Khofifah menyerahkan plakat pendirian Pertashop untuk Ponpes Yatim Duafa Miftahul Huda Magetan.

“Sesuai dengan arahan dari Kementerian BUMN, pembangunan Pertashop di Pesantren menjadi salah satu tujuan utama sebagai sarana membuka lapangan kerja dan peningkatan ekonomi ummat. Target pembangunan Pertashop di Pondok Pesantren sebanyak 1.000 unit dari total target yang diminta, yaitu 10.000 unit Pertashop setiap tahunnya,” ungkap Deden.

Deden menambahkan, selain membuka lapangan kerja dan peningkatan ekonomi ummat, pendirian pertashop di pondok pesantren diharapkan dapat menjadi sarana kemandirian ekonomi. “Dengan adanya lapangan usaha di pondok pesantren, para santri diharapkan terbangun jiwa wirausahanya sehingga kemandirian ekonomi ummat dapat tercapai,” tambahnya.

PANGKALAN LPG 3 KG: Wagub Emil Dardak menyerahkan plakat pendirian pangkalan LPG 3 Kg ke Ponpes Darul Fiqhi Lamongan

Pertamina sebagai salah satu BUMN yang bertanggung jawab dalam penyediaan migas, juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menggerakkan ekonomi daerah. ”Kami akan mendukung program pendirian Pertashop di lingkungan pesantren, agar ekonomi pesantren bisa menjadi lebih mandiri,” pungkas Deden. (day/*)