Wabah PMK Akhirnya Sampai di Probolinggo, 7 Sapi Positif Terjangkit

901
Sapi di Probolinggo yang mulai terserang wabah PMK. Foto: Happy Lailatu Ansa.

Wonomerto (WartaBromo.com) – Sejumlah sapi milik peternak di Desa Pohsangit Ngisor, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, terjangkit penyakit mulut dan kaki atau PMK.

Medik Veteriner Muda pada Disnakkeswan Kabupaten Probolinggo, Novita Dwi Setyorini menyebut, 7 dari 8 ekor sapi milik salah satu peternak di desa itu positif terjangkit PMK alias Foot and Mouth Desease (FMD).

“Ke 7 sapi yang positif PMK sudah dilakukan penanganan medis dan sudah dikarantina di kandang milik peternak. Yang positif sapi sapinya sudah dipisahkan dengan sapi yang belum tertular,” jelasnya, Selasa (10/05/2022).

Sebelumnya, 7 sapi itu dibeli pemilik dari pasar hewan di Wonoasih, Kota Probolinggo. Sekitar 20 hari yang lalu.

“Setelah seminggu yang lalu atau kurang lebih 2 minggu di kandang milik peternak, sapi-sapi menunjukkan gejala sakit yaitu demam, tidak mau makan, ileran dan kaki ada luka-luka serta bengkak,” kata Novita.

Baca Juga :   Kabar Baik : 90 Tenaga Kesehatan Probolinggo Negatif Covid-19

Karena tidak mau makan serta pakan tidak habis, sisa pakan dari sapi tersebut diberikan ke sapi lain. Keesokan harinya sapi lain ikut sakit.

“Jadi gejala klinis PMK itu diketahui dari  demam, moncong bengkak, kemerahan, hipersalivasi (liuren), kaki bengkak dan luka disekitar sela kuku, lesi pada gusi dan lidah, muntah, anorexia,” tandasnya. (lai/saw/asd)