Berjuang Untuk Sertifikat Tanah, Penghuni Perumahan di Kenep Akhirnya Menangkan Kasasi

320

Pasuruan (WartaBromo.com) – Empat penghuni perumahan di Desa Kenep Kecamatan Beji Kabupaten Pasuruan akhirnya bisa bernapas lega.

Perjuangan dr Ugik Setyo Darmoko, Gunawan, Dirmei Hartono dan Sigit Cahyono akhirnya membuahkan hasil sepadan. Ini karena Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan permohonannya. Dengan kata lain, Ugik Setyo dkk dinyatakan menang dalam Kasasi.

Salinan putusan MA itu mereka terima awal November 2022 atau dalam beberapa hari ini. “Alhamdulillah Ya Allah. Akhirnya engkau kabulkan doa-doa kami,” ujar Ugik dengan suara gemetar saat ditemui di rumahnya di Kenep Beji, Kamis (10/11/2022).

Dalam musyawarah majelis atau sidang kasasi dipimpin Dr Panji Widagdo (Ketua majelis) didampingi dua anggotanya, Dr Pri Pambudi Teguh, Dr Haswandi. Para hakim berpendapat bahwa terdapat cukup alasan untuk mengabulkan permohonan kasasi dari para pemohon kasasi Ugik Setyo dkk dan membatalkan putusan pengadilan tinggi Surabaya nomor 727/PDT/2021/PT Surabaya tertanggal 4 Januari 2022, Putusan PT membatalkan putusan PN Bangil nomor 74/Pdt.G/2020/PN tertanggal 16 Agustus 2021.

“MA berpendapat bahwa mengadili; mengabulkan pemohon kasasi dari para pemohon kasasi Ugik Setyo dkk. Sekaligus membatalkan putusan PT Surabaya. Dan membatalkan putusan PN Bangil,” demikian petikan dalam salinan putusan hakim agung di MA tersebut.

Baca Juga :   Bupati Lumajang Bakal Pecat Oknum Perangkat Desa Tarik Pungli Saat Urus Sertifikat Tanah

Ugik menyampaikan, kasus tersebut bermula dari persoalan jual beli tanah dan rumah yang dilakukannya era 2005 silam. Ia membeli tanah dan bangunan di kawasan yang dulunya masih bernama Griya Kenep Permai. Kemudian berganti developer berganti nama menjadi Kenep Permai. Lalu berganti lagi menjadi Legenda Kenep Permai. Dan kini kawasan perumahan tersebut berubah nama menjadi Pesona Green Eleven.

“Kami saat itu mengeluarkan uang per kapling sampai ratusan juta. Tapi, saat kita tagih sertifikat rumahnya, mbulet. Dan sampai sekarang pun kami belum mendapatkan hak kami,” tegas pria yang berprofesi sebagai dokter di ASN Pemkab ini.

Sebelum berjuang di tingkat kasasi, penghuni perumahan tersebut sempat marah dan kecewa. Karena pengembang (developer) yang baru tidak mengakui eksistensi mereka. Bahkan, tanah yang sudah ada bangunan rumahnya itu malah diukuri dengan meminta jasa BPN, karena dianggap tanah SHGB.

Baca Juga :   BPN Pasuruan Minta Pengurusan SKT dan SKGR Didanai APBD

“Saya dan beberapa penghuni lain sempat marah. Masak ndak melihat matanya itu. Sudah jelas ada bangunan rumah dan kami tidak diberikan sertifikatnya, eh malah dimeteri (diukur lahannya),” kenangnya waktu itu.

Atas kasus tersebut, pihak penggugat dan tergugat akhirnya menjalani persidangan di PN Bangil pada 2021 lalu.

Saat itu, hakim di PN Bangil mengabulkan (memenangkan) Ugik Setyo dkk. Namun, di tingkat Pengadilan Tinggi di Surabaya pada 2022, hakim PT berpendapat jika gugatan dari Ugik dkk kurang pihak. Itu berarti, putusan hakim cenderung memenangkan pihak tergugat (Developer/pemilik tanah) atau Hendro – Slamet dkk.

Nah, di tingkat kasasi inilah menjadi pertaruhan terakhir. Saat berjuang di tingkat kasasi, pemilik rumah Ugik dkk memberikan kuasa hukum pada Wiwit Tri Haryati. Saat itu, dalam salinan kasasi, pihak penggugat melawan tergugat atas nama Hj Siti Malikha (alamat Purwosari), Siti Fatmawati (Gresik), PT Trimarta Nusaperdana (Gresik), Hedro Andri Yuwono (Surabaya), Slamet Supriyanto (Gresik), dan Pt Metsuma Anugrah Graha.
Dalam putusan Kasasi bernomor 2210/K/Pdt/2022, hakim menyatakan para penggugat konvensi (Ugik Setyo dkk) adalah pemilik sah atas tanah dan rumah di Griya Kenep Permai/Legenda Kenep Permai/Pesona Green Eleven.

Baca Juga :   Terdesak Kebutuhan Lebaran, Pria Ini Nekat Curi Sertifikat Tanah Lalu Digadaikan

“Memerintahkan pada kedua belah pihak untuk mematuhi putusan ini,” tegas hakim dalam putusannya.

Persoalan sengketa perumahan di Kenep Beji ini terbilang lama. Upaya saling lapor pernah terjadi. Ugik Setyo pernah melaporkan kasus ini ke Polres pada 2020 lalu. Sementara, Hendro Andri dkk melaporkan balik Ugik Setyo ke Polda Jatim dengan dugaan penyerobotan tanah.

Namun, ending dari persoalan ini, Ugik Setyo dkk sebagai penghuni rumah sudah sedikit lega. Meski persoalan belum berakhir sepenuhnya. Karena ia harus meminta kepada Pengadilan Negeri di Bangil untuk menindaklanjuti hasil kasasi tersebut.

“Intinya kami ingin hak kami dipenuhi. Kami beli dari pengembang awal. Dan itu sah secara hukum. Maka hak kami adalah mendapatkan sertifikat tanahnya dan juga pengakuan. Ini putusan kasasi sudah incracht (punya kekuatan hukum tetap). Sudah final dan mengikat. Terima kasih, Pak Hakim,” tegasnya. (day)