Jangan Cuma Makan, Yuk Ketahui Sejarah Kupatan Bagi Masyarakat Jawa di Indonesia

40

Pasuruan (WartaBromo.com) – Masyarakat Jawa di Indonesia pasti kebanyakan merayakan 8 syawal Idul Fitri dengan membuat ketupat. Tak sekadar santapan, ada sejarah menarik tentang ketupat.

Dilansir dari beritajatim.com, ketupat sebenarnya telah ada sejak zaman Hindu-Budha di Jawa. Pada abad ke-17, ketika Islam mulai menyebar di Jawa, ketupat diperkenalkan dengan filosofi yang mendalam.

Sunan Kalijaga, atau dikenal sebagai Raden Mas Sahid, memainkan peran penting dalam memperkenalkan filosofi ini. Pada saat itu, Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat sebagai simbol makanan khas Lebaran. Kata “ketupat” atau “kupat” dalam bahasa Jawa berasal dari frasa “Ngaku Lepat” dan “Laku Papat”.

Ketupat menjadi lambang perayaan Idul Fitri di masa Kerajaan Demak yang dipimpin oleh Raden Patah. Perayaan Lebaran ketupat dilaksanakan setiap tanggal 8 Syawal, setelah umat Islam menjalankan puasa Syawal pada tanggal 2-7 Syawal.

Baca Juga :   Riwayat Hidup Marsinah, Aktivis Buruh Indonesia yang Tak Lekang dari Sejarah

Tradisi Lebaran ketupat melambangkan kebersamaan dengan cara memasak dan mengantarkan ketupat kepada keluarga dan kerabat. Masyarakat Jawa menyambut tradisi Lebaran ketupat dengan berbagai jenis ketupat, seperti ketupat glabed dari Tegal, ketupat babanci dari Betawi, dan ketupat bawang khas Madura. (jun)