Probolinggo (WartaBromo.com) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) kembali muncul setelah sebelumnya dinyatakan padam. Titik api terpantau di sekitar Puncak P30 atau Pundak Lembu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (16/8/2026) malam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo R Oemar Sjarif membenarkan adanya titik api tersebut. “Betul terpantau titik api di sekitar P30,” kata Oemar.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Probolinggo, api terpantau sekitar pukul 19.30 WIB di Blok Pusung Lingker, tepatnya di bawah P30, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura.
Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran lahan atau ladang oleh masyarakat. Kobaran dari lahan tersebut kemudian merambat ke area di sekitarnya.
Kemunculan api tersebut menjadi perhatian karena kawasan Bromo baru saja melalui rangkaian penanganan karhutla yang berlangsung hampir dua pekan.
Sebelumnya, luas kawasan TNBTS yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 1.120,3 hektare.
Oemar mengatakan hasil pemantauan hingga Senin (17/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB menunjukkan tidak terlihat lagi titik api di lokasi tersebut.
“Pagi ini titik api telah berhasil dipadamkan. Namun pagi ini Satgas Darat akan meluncur ke lokasi,” ujar Oemar.
Tim darat tetap diterjunkan untuk memastikan kondisi di lapangan. Langkah ini diperlukan untuk mengecek kemungkinan adanya bara yang tersisa dan mencegah api kembali muncul.
Pemantauan juga menjadi penting mengingat vegetasi di kawasan Bromo dalam kondisi kering sehingga api dapat dengan cepat merambat apabila kembali muncul.
Sebelumnya, tim gabungan sempat menyatakan karhutla di kawasan TNBTS telah padam pada 13 Agustus 2026. Setelah itu, operasi beralih ke tahap pendinginan dan pemantauan titik panas.
Namun, munculnya titik api di Pusung Lingker menunjukkan potensi kebakaran susulan masih perlu diwaspadai, terutama di wilayah yang berbatasan atau berdekatan dengan aktivitas masyarakat.
Karena itu, Satgas Karhutla tidak hanya memastikan api yang terlihat telah padam, tetapi juga melakukan pengecekan terhadap area sekitar lokasi.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla, terutama di tengah kondisi vegetasi yang masih kering. (lai/saw)




















