Kraksaan (WartaBromo.com) — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kraksaan memperkenalkan sistem informasi dan administrasi digital sebagai bagian dari upaya membenahi tata kelola organisasi.
Sistem tersebut diluncurkan bersamaan dengan inaugurasi PC GP Ansor Kraksaan masa khidmat 2025-2029 di Gedung Islamic Center Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Minggu malam (23/8/2026).
Peluncuran platform digital itu menjadi salah satu agenda dalam inaugurasi kepengurusan baru. Digitalisasi diarahkan untuk membuat pengelolaan administrasi organisasi lebih tertata, cepat, dan mudah dipantau.
Sistem administrasi digital tersebut merupakan salah satu produk dari nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) PC GP Ansor Kraksaan dengan Universitas Nurul Jadid (Unuja).
Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Abd. Rahman, mengatakan transformasi digital diperlukan agar organisasi mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai khidmah yang menjadi dasar gerakan Ansor.
Menurut dia, sistem administrasi yang terintegrasi akan membantu pengurus dalam mengelola berbagai kebutuhan organisasi, termasuk pendataan dan dokumentasi kegiatan.
“Kita ingin administrasi organisasi tidak lagi berjalan secara parsial. Dengan sistem digital, pengelolaan data dan administrasi bisa lebih tertib, cepat, dan mudah dipertanggungjawabkan,” kata Rahman.
Ia menilai digitalisasi bukan sekadar penggunaan teknologi, tetapi bagian dari pembenahan budaya kerja organisasi. Pengurus di setiap tingkatan diharapkan mulai terbiasa menggunakan sistem yang lebih terstruktur dalam menjalankan tugas.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda PC GP Ansor Kraksaan untuk membangun organisasi yang lebih modern dan mandiri selama periode kepengurusan 2025-2029.
Peluncuran sistem administrasi digital dilakukan dalam rangkaian inaugurasi yang dihadiri jajaran PC GP Ansor Kraksaan, PW GP Ansor Jawa Timur, PCNU Kraksaan, unsur pemerintah daerah, serta sejumlah undangan.
Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar tidak berhenti pada agenda seremonial. Menurut dia, inaugurasi harus menjadi titik awal untuk menjalankan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh kader dan masyarakat.
“Setelah inaugurasi, yang ditunggu adalah kerja nyata. Teknologi yang dibangun harus menjadi alat untuk memperkuat pelayanan organisasi dan memudahkan kader dalam menjalankan khidmah,” ujarnya.
Safril juga mendorong setiap bidang dalam kepengurusan agar memiliki program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kader Ansor, kata dia, harus mampu hadir menjawab persoalan di berbagai sektor kehidupan.
Digitalisasi organisasi diharapkan dapat mendukung kebutuhan tersebut melalui pengelolaan informasi dan administrasi yang lebih efektif.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi antara organisasi kepemudaan dan perguruan tinggi.
Rahman mengatakan kolaborasi diperlukan agar pengembangan organisasi tidak berjalan sendiri. Perguruan tinggi dinilai memiliki sumber daya pengetahuan dan teknologi yang dapat mendukung berbagai program Ansor.
“Kami ingin membangun jejaring yang saling menguatkan. Organisasi memiliki basis kader dan masyarakat, sementara perguruan tinggi memiliki pengetahuan serta sumber daya yang bisa dikolaborasikan,” katanya.
Selain digitalisasi dan kerja sama kelembagaan, kepengurusan baru PC GP Ansor Kraksaan juga menempatkan kaderisasi dan kemandirian organisasi sebagai agenda utama.
Rahman berharap penggunaan sistem digital dapat menjadi fondasi awal bagi pembenahan organisasi secara lebih luas.
Dengan demikian, inaugurasi PC GP Ansor Kraksaan periode 2025-2029 tidak hanya menandai pergantian kepengurusan.
Tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong organisasi yang lebih tertib secara administrasi, adaptif terhadap teknologi, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada kader serta masyarakat. (saw)





















