Pasuruan (WartaBromo.com) – Perjalanan seorang perempuan asal Kabupaten Pasuruan, Wartiningsih, menuju Lamongan menjadi perhatian setelah ia mengayuh sepeda selama dua hari dua malam untuk menemui Purnomo, polisi yang dikenal aktif membantu warga.
Setibanya di Lamongan, Wartiningsih justru tidak mau pulang. Kondisinya yang disebut sempat tidak mau makan dan hanya minum air putih membuat Purnomo meminta bantuan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Permintaan itu disampaikan Purnomo melalui akun Instagram resminya pada Minggu (4/10/2026).
Dalam videonya, Purnomo menceritakan Wartiningsih datang ke tempatnya setelah sebelumnya menginap di masjid selama dua hari. Ia mengaku prihatin karena perempuan tersebut datang dari Pasuruan menggunakan sepeda.
Wartiningsih disebut menjadi korban penipuan melalui Facebook dengan kerugian lebih dari Rp7 juta. Sepeda motor milik anaknya disebut telah digadaikan, sementara uang yang seharusnya digunakan untuk membayar kontrakan juga ikut menjadi persoalan.
“Saya sampaikan, iya Bu, saya bantu. Namun mulai tadi pagi sampai sekarang enggak mau makan, nangis terus,” ujar Purnomo dalam videonya.
Purnomo kemudian meminta Wartiningsih pulang. Namun perempuan tersebut menolak. Purnomo khawatir terjadi sesuatu dalam perjalanan karena kondisi Wartiningsih sedang gelisah dan bingung.
“Beliau datang ke tempat saya ini naik sepeda pancal dua hari dua malam,” katanya.
Karena itu, Purnomo meminta Pemkab Pasuruan menjemput Wartiningsih ke Lamongan. Menurutnya, dirinya tetap membantu, tetapi tidak mampu menyelesaikan seluruh persoalan yang dialami perempuan tersebut.
Permintaan itu kemudian langsung ditindaklanjuti Pemkab Pasuruan.
Syaroni, Koordinator Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Pasuruan, mengatakan setelah informasi tersebut diterima, tim langsung melakukan pelacakan terhadap keluarga Wartiningsih.
Setelah keluarga berhasil ditelusuri dan dilakukan koordinasi, tim kemudian berangkat menuju rumah Purnomo di Lamongan untuk memastikan kondisi Wartiningsih sekaligus menjemputnya.
“Semalam langsung dijemput tim setelah tracking keluarga. Kami kemudian berangkat ke rumah Pak Purnomo dan koordinasi di sana,” ujar Syaroni, Senin (5/10/2026).
Syaroni mengatakan, setelah dilakukan koordinasi, Wartiningsih menyampaikan keinginannya untuk pulang bersama keluarganya.
Dengan demikian, tim tidak memaksakan Wartiningsih untuk kembali sendiri ke tempat tinggalnya. Ia akhirnya dibawa pulang bersama keluarga.
Sementara sepeda kayuh yang digunakan Wartiningsih untuk perjalanan ke Lamongan dibawa oleh pihak Dinsos. Sepeda tersebut nantinya dapat diambil apabila Wartiningsih atau keluarganya menginginkannya.
Menurut Syaroni, langkah tersebut merupakan bagian dari respons pemerintah setelah mendapat informasi mengenai kondisi warga Kabupaten Pasuruan yang berada di luar daerah.
“Intinya pemerintah hadir ketika ada informasi seperti ini,” katanya.
Selain memastikan Wartiningsih kembali bersama keluarganya, Dinsos Kabupaten Pasuruan juga akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak keluarga untuk mengetahui kebutuhan mereka.
“Dinsos akan memastikan bentuk bantuan atau penanganan apa yang memungkinkan diberikan pemerintah kepada Wartiningsih dan keluarganya sesuai kondisi yang ada,” katanya.
Sebelumnya, Purnomo mengaku khawatir Wartiningsih pulang sendiri karena kondisinya. Dalam video yang diunggahnya, ia menyebut Wartiningsih sempat tidak mau makan selama berada di tempatnya.
“Dari tadi pagi sampai sekarang saya tawarkan makan enggak mau, cuma minum air putih thok. Takutnya nanti kalau pulang ibunya ada apa-apa karena pikirannya gelisah, bingung,” ujar Purnomo.
Purnomo kemudian kembali mengunggah video pada Senin (5/10/2026). Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pasuruan, khususnya Dinsos, karena merespons permintaannya.
Ia menyebut tim Pemkab Pasuruan datang ke rumahnya sekitar pukul 22.30 WIB dan berada di sana hingga pagi.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Pasuruan, terutama teman-teman dari Dinsos ini. Tadi malam jam setengah sebelas malam sudah di rumah saya sampai nginep pagi ini. Ya, respon cepatnya luar biasa,” ujar Purnomo.
Purnomo memastikan Wartiningsih akhirnya pulang bersama keluarganya setelah dijemput tim Pemkab Pasuruan yang didampingi Dinsos.
Dalam unggahan sebelumnya, Purnomo juga menyebut Wartiningsih merupakan warga Kabupaten Pasuruan yang alamat KTP-nya berada di Dusun Kradenan RT 01 RW 07, Desa Manarui, Kecamatan Bangil.
Namun, karena tidak memiliki rumah sendiri, Wartiningsih saat ini disebut tinggal mengontrak di Kolursari RT 01 RW 02, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.
Wartiningsih sebelumnya menyatakan bersedia pulang apabila dijemput pemerintah. Permintaan itu akhirnya ditindaklanjuti Pemkab Pasuruan setelah dilakukan penelusuran keluarga dan koordinasi dengan pihak terkait. (don)





















