Bangil (WartaBromo.com) – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mengandalkan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) dan pinjaman daerah untuk menutup kekurangan belanja daerah pada APBD 2027. Dari total belanja Rp4,07 triliun, pendapatan daerah yang diproyeksikan hanya Rp3,52 triliun, defisit sebesar Rp546 miliar.
Berdasarkan pengantar Nota Keuangan Rancangan APBD 2027 yang disampaikan Bupati Pasuruan M. Rusdi Sutejo dalam paripurna, Senin (2/11/2026), target Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditetapkan sebesar Rp1,76 triliun.
Sementara itu, pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp1,76 triliun. Dengan demikian, total pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp3,52 triliun, sedangkan belanja daerah mencapai Rp4,07 triliun.
Selisih antara belanja dan pendapatan tersebut mencapai sekitar Rp546,85 miliar. Untuk menutup kebutuhan pembiayaan, Pemkab Pasuruan merencanakan penerimaan pembiayaan sebesar Rp550,35 miliar yang bersumber dari Silpa tahun sebelumnya sebesar Rp187,35 miliar dan pinjaman daerah Rp363 miliar.
Komposisi pembiayaan tersebut menunjukkan bahwa rancangan anggaran 2027 masih membutuhkan dukungan dari sisa anggaran tahun sebelumnya dan pinjaman untuk menyeimbangkan rencana pendapatan dan belanja.
Pemkab Pasuruan merencanakan pinjaman daerah sebesar Rp363 miliar sebagai bagian dari penerimaan pembiayaan 2027. Selain itu, Silpa tahun sebelumnya diproyeksikan menyumbang Rp187,35 miliar.
“Dalam rangka menutup defisit anggaran sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur yang menduduki pelaksanaan program strategis nasional, Pemerintah Kabupaten Pasuruan merencanakan pemanfaatan skema pinjaman daerah sebagai salah satu alternatif sumber pembiayaan pembangunan daerah,” kata Rusdi saat menyampaikan pengantar nota keuangan APBD 2027. (Fir)





















