Bangil (WartaBromo.com) – Puluhan calon pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mendapatkan bimbingan teknis Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan pada 19 sd 20 Mei 2026. Namun, akibat adanya pemangkasan anggaran (refocusing), pelatihan ini tidak dapat diikuti oleh seluruh perwakilan desa di Kabupaten Pasuruan.
Dari total desa yang ada di Kabupaten Pasuruan, hanya kisaran 25 hingga 27 pengurus dari perwakilan desa.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Pasuruan, Roselina, mengataka adanya keterbatasan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pemotongan anggaran memaksa pihaknya membatasi jumlah peserta.
“Karena terkena refocusing, akhirnya cuma beberapa desa, cuma sedikit, Mas. Orang 25 apa 27 gitu loh,” ujar Roselina saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2026).
Roselina menambahkan, keterbatasan ini membuat program pembinaan tidak berjalan dengan performa maksimal. Meski demikian, pihaknya tetap berkomitmen menjalankan agenda yang sudah direncanakan agar roda organisasi koperasi desa baru ini bisa mulai berjalan.
“Karena memang kita penginnya banyak, tapi udah kena refocusing, ya sudah, seadanya dilakukan. Yang penting, apa yang kita rencanakan dapat kita lakukan gitu. Walaupun enggak bisa optimal, karena kan enggak semua desa,” imbuhnya.
Kendati saat ini kuota peserta sangat terbatas, pihak Dinas Koperasi Pasuruan membuka peluang untuk menggelar pelatihan susulan bagi desa-desa yang belum terakomodasi. Namun, kepastian agenda tersebut sepenuhnya bergantung pada ketersediaan anggaran daerah di masa mendatang.
“Kalau ada tambahan anggaran ya kemungkinan diadakan lagi. Kan masih belum ada penambahan soalnya,” pungkas Roselina. (fir)





















