Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wali Kota Pasuruan Soroti Disiplin Pegawai dan Kesadaran Masyarakat

12

Pasuruan (WartaBromo.com) – Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menegaskan pentingnya disiplin kerja dan kepedulian terhadap lingkungan saat memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Pasuruan di Taman Pekuncen, Selasa (9/6/2026).

Dalam arahannya, wali kota yang akrab disapa Mas Adi menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat semangat dan komitmen bersama dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.

“Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar momentum tahunan, tetapi menjadi semangat dan komitmen bersama untuk terus menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Khususnya di Kota Pasuruan, kita ingin mewujudkan kota yang adaptif, sehat, dan memiliki lingkungan yang mampu menjamin kualitas hidup masyarakat dengan baik,” ujarnya.

Mas Adi menjelaskan, isu lingkungan dan perubahan iklim saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, dampak perubahan iklim tidak hanya dirasakan secara global, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat di daerah.

“Kita sering mendengar berbagai isu global mengenai perubahan iklim. Ini bukan hanya isu internasional, tetapi isu kita bersama yang menyangkut keberlangsungan hidup manusia. Karena itu, di Kota Pasuruan masih banyak hal yang perlu terus kita lakukan dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, Pemerintah Kota Pasuruan terus mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang rutin digelar setiap Selasa dan Jumat. Kendati demikian, Mas Adi menilai kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan masih perlu terus ditingkatkan.

“Menjaga lingkungan bukan hanya tugas petugas kebersihan atau petugas taman, tetapi tugas seluruh masyarakat. Kita masih melihat sampah yang dibuang sembarangan, saluran air yang dipenuhi sampah, hingga kebiasaan membuang sampah ke sungai dan laut. Hal-hal tersebut merusak lingkungan dan pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Mas Adi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas kebersihan dan petugas taman yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Pasuruan.

“Saya mengajak seluruh pegawai untuk menjaga disiplin dalam bekerja. Ketidakdisiplinan harus diberikan teguran dan sanksi sesuai aturan yang berlaku agar budaya kerja yang baik dapat terus terjaga. Bekerja bukan hanya karena diawasi atasan atau rekan kerja, tetapi sebagai bagian dari ibadah,” katanya.

Menutup arahannya, Mas Adi mengajak seluruh peserta apel untuk menjaga taman dan ruang terbuka hijau sebagai aset bersama yang berperan penting dalam mendukung kualitas lingkungan serta kesehatan masyarakat.

“Kota Pasuruan sebagai Kota Santri bukan sekadar simbol atau jargon. Ini adalah cita-cita yang harus terus kita wujudkan bersama melalui lingkungan yang bersih, masyarakat yang religius, serta semangat kebersamaan yang tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi penerus,” pungkasnya. (jun/**)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.