Pasuruan (WartaBromo.com) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih berada dalam tekanan. Setelah sempat menembus level Rp18.095,70 per dolar AS pada pekan lalu, kurs mata uang Garuda kini berada di angka Rp17.951,85 per dolar AS.
Informasi tersebut berdasarkan data konversi Google pada Selasa (10/6/2026) pukul 04.21 UTC. Meski mengalami sedikit penguatan dibanding posisi tertingginya beberapa hari lalu, rupiah masih bertahan di level yang relatif lemah terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Berdasarkan grafik pergerakan lima hari terakhir, kurs USD/IDR sempat menyentuh titik tertinggi sekitar Rp18.095 pada 6 Juni 2026. Setelah itu, nilai tukar bergerak fluktuatif dengan tren menurun hingga berada di kisaran Rp17.900 per dolar AS pada perdagangan terkini.
Pergerakan kurs rupiah dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sentimen pasar global, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve), hingga kondisi ekonomi domestik.
Ketidakpastian ekonomi global juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi arus modal dan permintaan terhadap dolar AS. Pelemahan rupiah memiliki dampak yang beragam bagi masyarakat dan dunia usaha.
Meski demikian, pergerakan kurs mata uang bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan ekonomi global maupun kebijakan moneter yang diterapkan oleh berbagai negara. (jun)




















