Api Bromo Belum Terkendali, BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman

9

Probolinggo (WartaBromo.com) – Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus dilakukan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung pengendalian kebakaran.

Langkah tersebut ditempuh karena operasi pemadaman dari darat masih menghadapi berbagai kendala. Medan pegunungan yang curam, vegetasi savana yang mengering selama musim kemarau, serta embusan angin yang berubah-ubah membuat kobaran api terus memunculkan titik rambatan baru.

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan OMC menjadi salah satu strategi yang telah disiapkan pemerintah untuk mempercepat penanganan apabila kondisi atmosfer memenuhi syarat.

“Kami menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca sebagai bagian dari dukungan penanganan kebakaran. Pelaksanaannya akan menyesuaikan kondisi cuaca agar hasilnya efektif,” ujar Suharyanto.

Selain OMC, BNPB juga mengerahkan dua helikopter water bombing untuk memperkuat operasi pemadaman di kawasan yang tidak dapat dijangkau personel darat. Kedua armada tersebut diberangkatkan dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, dan dijadwalkan mulai beroperasi setelah tiba di Jawa Timur.

Di lapangan, tim gabungan masih berupaya menghambat laju api yang terus bergerak ke arah timur. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, mengatakan kebakaran kini tidak lagi terpusat di Blok Bantengan, tetapi telah meluas hingga kawasan Jemplang dan mengarah ke Puncak B29.

Hingga Kamis (6/8) sore, luas area yang terbakar berdasarkan pemantauan terakhir mencapai sekitar 127 hektare. Fokus petugas sekarang menahan agar api tidak terus merambat ke kawasan B29 maupun kawasan konservasi lain yang masih aman.

Menurut Oemar, petugas masih mengandalkan kombinasi pemadaman manual menggunakan fire beater, backpack sprayer, drone penyemprot, serta pembuatan sekat bakar untuk memperlambat penyebaran api.

Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni bersama Balai Besar TNBTS juga terus memperkuat operasi di lapangan. Prioritas penanganan diarahkan pada titik-titik dengan potensi rambatan tertinggi agar kerusakan kawasan konservasi tidak semakin meluas.

Dengan kombinasi operasi darat, water bombing, dan rencana Operasi Modifikasi Cuaca, pemerintah berharap intensitas kebakaran dapat segera ditekan sehingga kobaran api tidak terus meluas ke kawasan Puncak B29 maupun wilayah konservasi lain di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. (lai/saw)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.