Pasuruan (WartaBromo.com) – PT HM Sampoerna Tbk – Sukorejo Plant memperkuat kolaborasi multipihak dalam menjaga ketahanan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kedunglarangan melalui Stakeholders Forum and Sharing Session AWS 2026.
Kegiatan bertema “Kolaborasi Berkelanjutan untuk Ketahanan Sumber Daya Air DAS Kedunglarangan” tersebut digelar di Kaliandra Eco Resort, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Kamis (13/8/2026).
Forum ini menjadi wadah dialog dan berbagi pembelajaran antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, praktisi konservasi hingga dunia usaha.
Air merupakan sumber daya penting yang mendukung kesehatan masyarakat, keberlanjutan ekosistem, serta pembangunan berkelanjutan. Namun, DAS Kedunglarangan masih menghadapi berbagai tantangan, baik di kawasan hulu maupun hilir.
Di kawasan hulu, degradasi lahan membutuhkan upaya konservasi, salah satunya melalui program Hutan Asuh. Sementara di wilayah tengah dan hilir, peningkatan sanitasi aman serta pengelolaan kualitas air, termasuk di Desa Ngadimulyo, Kecamatan Sukorejo, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan keberlanjutan sumber daya air.
Melalui forum tersebut, PT HM Sampoerna Tbk menegaskan komitmennya mendukung pengelolaan sumber daya air sesuai standar Alliance for Water Stewardship (AWS) Global.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga memperkuat sinergi multipihak dalam menjaga kualitas dan kuantitas air tanah maupun air permukaan di Kabupaten Pasuruan.
Dalam workshop, sejumlah narasumber lintas sektor menyampaikan perspektif dan pengalaman masing-masing.
Dari kalangan akademisi, Mas Agus Mardyanto (ITS) memaparkan tantangan permasalahan air di DAS Kedunglarangan serta action plan/advice dalam menghadapi permasalahan air di kawasan tersebut.
Dari pemerintah, Mohammad Nur Kholis (DLH Kabupaten Pasuruan) menjelaskan kondisi dan upaya pengendalian kualitas air DAS Kedunglarangan.
Sementara itu, Rudi (Petani LPHD Lokajaya Binangun) berbagi pengalaman mengenai Hutan Asuh sebagai model konservasi hulu DAS berbasis masyarakat.
Dari dunia usaha, Anang Zakaria (CCEP Indonesia) menyoroti peran usaha dalam kolaborasi ketahanan kualitas sumber daya air.
Perwakilan manajemen PT HM Sampoerna Tbk Sukorejo Plant, I Made Mahendra Wijaya (Director Manufacturing East), mengatakan forum tersebut menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.
“Forum ini menjadi bukti nyata komitmen kami untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air. Dengan melibatkan akademisi, pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, kami ingin memastikan bahwa DAS Kedunglarangan tetap terjaga sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat Pasuruan.”
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko menegaskan pentingnya sinergi multipihak dalam menjaga ketahanan air.
“Ketahanan air bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha dan masyarakat. Melalui forum ini, kita bersama-sama menyusun langkah konkret agar kualitas dan kuantitas air di DAS Kedunglarangan dapat terus terjaga demi generasi mendatang.”
Melalui forum dan workshop tersebut, diharapkan lahir kolaborasi multipihak yang kuat dalam pengelolaan DAS Kedunglarangan sebagai fondasi utama untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan menghasilkan komitmen bersama dalam mendukung konservasi kawasan hulu hingga pengelolaan sanitasi di wilayah hilir.
Forum tersebut juga diharapkan menghasilkan dokumentasi pembelajaran dari praktik terbaik yang telah dilakukan sehingga dapat menjadi referensi bagi program serupa di masa depan, serta rencana tindak lanjut yang konkret untuk memperkuat keberlanjutan program AWS 2026. (Jun/**)





















