Pemotor Ancam Pengemudi Mobil di Beji, Sempat Minta Maaf hingga Menangis Saat Mediasi

261

Pasuruan (WartaBromo.com) – Video seorang pengendara motor yang menghadang dan menggedor mobil di wilayah Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Setelah video tersebut viral, salah satu korban akhirnya buka suara dan menuliskan kronologi kejadian yang dialaminya.

Korban bernama Evi Selvia, warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Ia mengaku mengalami kejadian menegangkan saat melintas di wilayah Desa Baujeng, Kecamatan Beji.

Dalam kronologi yang disampaikannya, peristiwa itu bermula ketika Evi bersama rekannya, Ima Khalimatus, mengendarai mobil dari arah Pandaan menuju Bangil. Saat bersamaan, seorang pria berinisial P mengendarai sepeda motor dari arah berlawanan.

Ketika tiba di lokasi, pemotor tersebut tiba-tiba melaju zigzag hingga nyaris mengenai mobil yang dikendarai Ima. Namun, sepeda motor itu justru mengenai mobil Evi yang berada tepat di belakangnya.

Bukannya melanjutkan perjalanan, pemotor tersebut justru berputar balik dan menghampiri mobil Evi. Ia kemudian menggedor-gedor bodi mobil sambil berjalan hingga akhirnya menghadang kendaraan korban di wilayah Desa Kenep, Kecamatan Beji.

Evi mengaku, saat dirinya berhenti, pengendara motor tersebut sengaja menabrakkan kendaraannya ke mobil hingga bagian belakang sepeda motor mengalami kerusakan.

“Tiba-tiba turun menghadang. Motor bagian belakang rusak karena memang disengaja ditabrakkan ke mobil saya pas saya berhenti itu,” ungkap Evi, Sabtu (31/10/2026).

Situasi semakin menegangkan ketika Evi memilih tetap berada di dalam mobil. Menurut pengakuannya, pria tersebut kemudian mengambil pisau yang disimpan di jok sepeda motornya.

“Tidak berhenti di situ, saya nggak keluar karena orangnya kemudian mengambil pisau yang ada di jok motor. Gedor-gedor mobil saya dan mengancam saya,” lanjutnya.

Melihat situasi tersebut, rekan Evi yang berada di mobil lain akhirnya turun. Ia berinisiatif merekam kejadian menggunakan ponsel. Rekaman itulah yang kemudian beredar luas di media sosial dan menarik perhatian masyarakat.

“Kemudian saya video pas Mbak Ima itu turun,” jelasnya.

Tak lama berselang, petugas kepolisian datang ke lokasi. Pria tersebut kemudian dibawa ke Polres bersama Evi dan Ima untuk menjalani pemeriksaan. Evi selanjutnya membuat laporan polisi agar kejadian yang dialaminya diproses secara hukum.

Meski sempat ada upaya mediasi yang melibatkan keluarga pria tersebut, Evi mengaku tidak bersedia berdamai. Ia memilih tetap melanjutkan proses hukum atas kejadian yang dialaminya.

“Sebelumnya memang ada mediasi, ada keluarga pelaku juga, memohon maaf hingga menangis tapi saya nggak mau. Akhirnya proses tetap dilanjut,” ujarnya.

Evi berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi masyarakat, terutama pengguna jalan. Ia mengingatkan agar persoalan di jalan raya tidak diselesaikan dengan tindakan yang membahayakan keselamatan orang lain. (don)

Website with WhatsApp Message
Follow Official WhatsApp Channel WARTABROMO untuk mendapatkan update terkini berita di sekitar anda. Klik disini.