Erupsi Semeru, 9 Kecamatan di Probolinggo Dihujani Abu Vulkanik

922

Probolinggo (wartabromo.com) – Erupsi Gunung Semeru pada Sabtu, 16 Januari 2021, tak hanya dirasakan warga Kabupaten Lumajang. Warga di 9 kecamatan wilayah Kabupaten Probolinggo juga mendapat kiriman abu vulkanik.

“Hujan abu vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang juga dirasakan oleh warga di 9 kecamatan di Kabupaten Probolinggo,” sebut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi pada Minggu, 17 Januari 2021.

Berdasarkan laporan petugas PUSDALOPS PB, ke-9 kecamatan itu adalah Kecamatan Sumber, Kuripan, Bantaran, Leces, dan Wonomerto. Kemudian Kecamatan Tegalsiwalan, Dringu, Banyuanyar, dan Kecamatan Sumberasih. Hujan abu vulkanik di 9 kecamatan itu, mulai terjadi antara pukul 17.40 WIB – 21.08 WIB.

“Sekitar 16 menit pasca erupsi Semeru, warga Kecamatan Sumber sudah merasakan hujan abu. Di kecamatan lain, waktunya berbeda-beda, dipengaruhi oleh pergerakan angin. Sembilan kecamatan itu, berada di arah utara dari Gunung Semeru,” kata Anggit.

BPBD pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan adanya hujan abu itu. “Kami sarankan warga untuk memakai masker dan pakai kacamata, agar debu tidak terhirup maupun masuk ke mata,” tandas Anggit.

Warga mengaku hujan abu itu, cukup mengganggu. Barang atau benda yang berada di luar rumah tertutup abu halus. “Tadi malam baju saya itu, kayak habis main abu. Kalo di benda, seperti sepeda motor atau mobil terlihat jelas, abu-abu halus menempel,” ujar Solihin, warga Desa Sumber Kare, Kecamatan Sumberasih.

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, terjadi awan panas guguran (APG) di Gunung Semeru pada 16 Januari 2021 pukul 17:24 WIB. APG ini, dengan jarak luncur 4 km ke arah Besuk Kobokan. Aktivitas guguran lava juga terjadi dengan jarak luncur antara 500 – 1000 m dari Kawah Jongring Seloko ke arah Besuk Kobokan. (saw/ono)