Warga Boto Ramai ramai Bikin Patung Tolak Bala Depan Rumahnya

1190

 

Lumbang (wartabromo.com) – Ada yang tak biasa di sepanjang jalan menuju kawasan wisata Bromo, di Kabupaten Probolinggo. Terpampang boneka orang-orangan di depan rumah warga, yang dipercaya bisa tolak bala.

Mulai dari sepanjang jalan Desa Boto, Kecamatan Lumbang, sampai di sekitar Desa Ngepung, Sukapura, boneka tolak bala ini terlihat.

Boneka atau patung buatang seukuran manusia itu dibuat dari bahan bermacam-macam. Semuanya menggunakan bahan bekas dan alat seadanya. Dilengkapi baju seragam, lengkap dengan aksesoris seperti topi, sepatu dan bendera.

Salah satu warga, Timbul menyebut, pembuatan boneka itu hanya ikut-ikutan desa di tetangga sebelah. “Ini merupakan ikhtiar saja. Kalau urusan doa ya tetap kepada Allah SWT,” kata Timbul, Jumat (13/8/2021).

Baca Juga :   Antisipasi Omicron, Wartawan Probolinggo Divaksin Booster

Tren pembuatan boneka itu sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Tersebar di sejumlah desa di empat Kecamatan. Seperti Kecamatan Lumbang, Sukapura, Kuripan dan Sumber.

Masih menurut penuturan Timbul, warga setempat meyakini boneka itu bisa menjadi penangkal penyakit atau pagebluk, atau tepatnya pandemi covid19 yang saat ini sedang melanda. “Katanya sih penangkal pagebluk, atau mengusir penyakit, ya paling tidak syetan juga takut,” candanya.

Upaya warga ini juga didasari dengan kondisi yang terjadi saat ini. Banyak warga setempat yang meninggal hampir bersamaan. Tak hanya sekali, tetapi terus menerus.

Pembuatan boneka itupun menjadi ramai. Makin ramai ketika memasuki bulan Agustus. Warga yang lain, beranggapan pembuatan boneka itu sebagai upaya meramaikan dan memeriahkan bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca Juga :   Pengemis Ini Bawa Uang Jutaan hingga Identitas Penendang Sesajen Semeru Terungkap | Koran Online 12 Jan

Sebab pada bulan kemerdekaan saat ini, tidak ada gemuruh keramaian peringatan kemerdekaan RI. Karena masih dalam masa pandemi covid19. “Ya hitung-hitung ini meramaikan Agustusan, semacam karnaval itu,” sahut Andre, warga yang lain.

Sejauh ini warga sekitar masih tetap melakukan protokol kesehatan ketat. Serta mempercepat proses vaksinasi di masyarakat. Pandemi covid19 ini, hanya bisa diminimalisir dampaknya, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (lai/saw)